Rubin Siap Bantu Mahasiswa Miliki Kualitas Diri

Program Rubin ini, kata Ruston, sebagai bentuk program pembinaan terhadap mahasiswa yang tinggal di . . .

MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Salah seorang anggota inisiator Rumah Binaan (Rubin) mahasiswa tengah memperlihatkan aplikasi berbasis android, Senin (10/4/2017) di Kantor MUI Kota Bandung, Jalan Sadang Serang. 

Laporan Muhamad Nandri Prilatama

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Salah seorang mahasiswa pasca sarjana jurusan Sistem Informasi di Bandung, bernama Ruston Pirmansyah memiliki terobosan atau inovasi terkait rumah binaan (Rubin) mahasiswa berbasis aplikasi android.

Program Rubin ini, kata Ruston, sebagai bentuk program pembinaan terhadap mahasiswa yang tinggal di Bandung sebagai anak kos atau tidak mampu memiliki kos, dengan fokus melakukan kajian dan menghafal Alquran. Program inovasi ini pun mendapat dukungan langsung dari beberapa instansi, seperti Dinas Sosial Kota Bandung, Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bandung, dan Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung.

"Kami berharap dengan dilaunchingnya aplikasi Rubin ini dapat mengumpulkan banyak para donatur, terutama donatur yang memiliki rumah di Bandung namun tidak terisi, maka dapat bergabung dengan meminjamkan pada kami minimal satu semester (enam bulan)," kata Ruston usai launching Rubin di Kantor MUI Kota Bandung, Jalan Sadang Serang, Senin (10/4/2017).

Rencananya, program ini pun akan mulai berjalan bulan depan dengan pertama kali melakukan rekrutmen mahasiswa yang ingin masuk dalam rumah binaan, seusai adanya sejumlah rumah yang telah terjalin kerjasama.

"Nanti mahasiswa yang berminat daftarnya melalui aplikasi bernama Rubin, lalu kami ada tes wawancara, kemudian mahasiswa menempati rumah yang telah dia pilih dari list yang ada di aplikasi tersebut," ujarnya maksimal mahasiswa yang mendaftar itu semester enam.

Dalam kegiatan Rubin, Ruston lebih lanjut menjelaskan bahwa terdapat tiga program unggulan yang setiap harinya rutin dilakukan oleh para mahasiswa di Rubin, seperti gerakan mahasiswa menghafal dengan satu orang mahasiswa target per tahunnya dua juz atau dalam satu semester satu juz.

"Jadi selama empat tahun dia kuliah maka bisa menghafal delapan juz. Kedua, kami kerjasama dengan komunitas one day one juz, dengan tujuan hidupkan rumah binaan dengan bacaan ayat Alquran, serta ketiga adanya salat berjamaah di masjid dengan tentu kerjasama bersama masyarakat sekitar," jelas dia.

Sejauh ini, Ruston menyebut baru terdapat tiga rumah yang nantinya menjadi rumah binaan para mahasiswa. Ketiga rumah itu pun ada yang berasal dari linknya Ketua MUI, Miftah Faridl dan Kepala Dinsos, Tono Rusdiantono.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Bandung, Miftah Faridl turut hadir dalam launching Rubin. Dirinya mengaku sangat mendukung dan mengapresiasi pemikiran tersebut, guna membantu mahasiswa yang tidak mampu untuk ngekost.

"Kami nanti pun akan membinanya oleh bidang kepemudaan di MUI, agar dapat memantau segala kegiatannya. Intinya, secara tidak langsung kami berikan perlindungan," ujar Miftah di Kantor MUI.

Selebihnya, Miftah juga berpesan kepada para anak muda sebagai generasi muda, untuk terus meningkatkan kualitas diri, serta meningkatkan akhlak serta wawasan. "Ini juga sebagai bentuk mimpi kami dalam mensinergikan inovasi dengan kenyataan zaman," ucapnya.

Di samping itu, dari Pemkot Bandung yaitu Diskominfo dan Dinsos, menegaskan siap membantu apa yang diperlukan dan dibutuhkan oleh para generasi muda yang memiliki sebuah inovasi, bukan hanya itu Pemkot akan dengan senang hati mendukung segala kegiatan positif yang dilakukan oleh para anak muda.

"Kami tawarkan dalam hal penyebarluasan dan pembaharuan aplikasinya nanti, sebab aplikasi itu kan harus terus diupgrade. Jadi, kami dengan senang hati menjadi partner untuk berkonsultasi guna sebagai penyempurnaan," kata Kadiskominfo Kota Bandung, Ahyani Raksanegara. (ff)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved