Jumat, 10 April 2026

Sandiaga Terancam Dijemput Paksa Jika Kembali Tak Penuhi Panggilan Polisi

Kalau setelah panggilan kedua enggak datang juga kita layangkan perintah membawa. Jadi setelah ini enggak ada alasan enggak datang.

Editor: Kisdiantoro
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat ditemui wartawan di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2016). 

JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan pihaknya bisa menjemput Sandiaga Unosecara paksa jika calon wakil gubernur DKI itu tidak memenuhi panggilan pemeriksaan. Sandiaga dilaporkan dalam kasus dugaan penggelapan dan pemalsuan kuitansi.

"Kalau setelah panggilan kedua enggak datang juga kita layangkan perintah membawa. Jadi setelah ini enggak ada alasan enggak datang. Harus hargai undang-undang," kata Iriawan di Kantor KPU DKI, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2017).

Iriawan mengatakan pihaknya memang menerima permintaan dari pihak Sandiaga untuk menunda pemeriksaan hingga usai pencoblosan yakni 19 Apri 2017.

Namun Iriawan menyatakan perlakuan khusus tidak bisa diberikan lantaran semua orang sama di mata hukum.

"Kami bilang enggak bisa, rencana 1 atau 2 hari ini kami layangkan panggilan untuk diperiksa," kata Iriawan.

Sandiaga sebelumnya dijadwalkan diperiksa pada 21 Maret 2017, namun tidak memenuhinya. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sudah memeriksa 12 orang saksi dalam kasus dugaan penggelapan yang menyeret nama Sandiaga.

Saat ini kasusnya masih berstatus penyelidikan. Jika ditemui alat bukti yang cukup untuk mengarah pada dugaan tindak pidana, polisi akan menaikkan kasus menjadi penyidikan dan menetapkan tersangka. (Kompas.com)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved