PTDI Siapkan Pesawat N219 dan NC212i untuk Terbang di Rute Perintis dan Ekstrem
Seluruh proses pembuatan pesawat tersebut telah dilakukan di Bandung di kawasan produksi PTDI karena Airbus Defence and Space telah menyerahkan sepenu
Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin
PEKANBARU, TRIBUNJABAR.CO.ID - PT Dirgantara Indonesia (Persero) menyiapkan dua produk pesawat yang andal khusus di rute pesawat perintis dengan tingkat operasi yang sangat ekstrem maupun di landasan yang cukup landai.
"Untuk daearah ekstrem dengan ketinggian landasan sangat tinggi dan sngat pendek, kami sedang mengembangkan pesawat N219, yang diperuntukan khusus daerah ekstrem," kata Supervisor Pengembangan Bisnis Pesawat, Divisi Pengembangan Bisnis PTDI, Mokhamad Umar Saripudin di Kepulauan Riau, Jumat (24/3).
Sementara khusus untuk daerah-daerah yang lebih landai PTDI sendiri akan memasarkan NC212i di rute perintis. Seperti diketahui sebelumnya, selama ini PTDI menjual/penjualan NC212i ini dipasarkan khusus untuk kalangan militer saja. Namun ke depan PTDI juga akan memasarkan NC212i ini kepada sipil sebagai pesawat penumpang khusus di daerah (perintis).
"Kebijakan PTDI saat ini, kami akan masuk ke pasar sipil (penumpang) dengan memasarkan N219 khusus rute perintis dengan landasan ektrem dan khusus untuk daerah landai baik untuk militer maupun sipil khususnya perintis kami akan memasarkan NC212i," katanya.
Pesawat generasi sebelumnya C212 berbagai seri telah digunakan lebih dari 600 unit oleh 38 negara di ataranya yaitu Thailand, Filipina, Afrika Selatan, Spanyol, Uni Emirat Arab, Cili dan Meksiko. Saat ini pesawat NC212i generasi terbarunya tersebut telah sepenuhnya dikerjakan oleh PTDI.
Seluruh proses pembuatan pesawat tersebut telah dilakukan di Bandung di kawasan produksi PTDI karena Airbus Defence and Space telah menyerahkan sepenuhnya fasilitas produksi ke PTDI mulai dari jig dan tools hingga pergudangannya (Slow Mover Material) yang semula berada di Spanyol telah dikirimkan seluruhnya ke PTDI.
"Untuk pemasaran sendiri NC212i ini sudah dipasarkan dan dipesan oleh Philipina, Vietnam dan Thailand. Sementara untuk pesawat N219 sudah mulai banyak dilirik oleh operator penerbangan. Sudah ada 75 pesawat yang diminati oleh operator dalam negeri khusus N219," tuturnya.
Kementerian Perhubungan menyediakan anggaran untuk Angkutan Udara Perintis tahun 2017 sebesar Rp 499 miliar yang melayani 193 rute di lebih dari 100 bandara yang dikelola oleh 26 Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : KP. 353 tahun 2016 tentang Rute dan Penyelenggara Subsidi Angkutan Udara Perintis serta Penyelenggara Subsidi Angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) Tahun Anggaran 2017. (aa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pesawat-nc212-200_20170324_133237.jpg)