Kemiskinan

LIPUTAN EKSKLUSIF: Kemiskinan Membuat Dua Keluarga di Sumedang Makan Serangga

Bahkan tak jarang, mereka juga memakan kalajengking dan tarantula saat tak ada lagi yang lebih layak dimakan.

Penulis: Ragil Wisnu Saputra | Editor: Kisdiantoro
dok Tribun Jabar
COVER TRIBUN JABAR EDISI KAMIS 22 MARET 2017. Dua keluarga miskin di Kampung Cibembem, Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, terpaksa menyantap serangga untuk bertahan hidup. Mereka mengaku lebih memilih begitu daripada harus meminta-minta. 

CIMANGGUNG, TRIBUN - Dua keluarga miskin di Kampung Cibembem, Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, terpaksa menyantap serangga untuk bertahan hidup. Mereka mengaku lebih memilih begitu daripada harus meminta-minta.

Bahkan tak jarang, mereka juga memakan kalajengking dan tarantula saat tak ada lagi yang lebih layak dimakan.

Bersama istrinya, Anah (35), dan kedua anak mereka, Alam Priatna (10) dan Aan Priatna (6), Maman Hidayat (41) tinggal di gubuk bambu yang luasnya hanya 4x6 meter. Gubuk saudaranya, Yayan Septian (36), bahkan lebih kecil lagi, hanya 3x4 meter. Di gubuk itu Yayan tinggal bersama Aay (20), istrinya, dan putri mereka, Putri Khasanah (4,5).

Tak hanya reyot, gubuk itu juga bolong-bolong di atapnya. Nyaris tak ada barang apa pun kecuali beberapa lembar papan yang pada malam hari mereka fungsikan sebagai ranjang. Angin berembus kencang dari dinding bilik yang sudah mulai dipenuhi dengan lubang.

Baca: Video Eksklusif: Ngeriii! Dua Keluarga di Sumedang Ini Pilih Makan Kalajengking untuk Bertahan Hidup

Kedua keluarga ini masih mengandalkan kayu bakar untuk keperluan memasak. Untuk penerangan, mereka mencantol listrik dari tetangga dengan biaya Rp 30 ribu sebulan. Tapi, karena sering tak terbayar bahkan hingga berbulan-bulan, tak jarang pasokan listrik pun disetop. Jika sudah begitu, mereka terpaksa mengandalkan lilin yang mereka nyalakan jika perlu saja.

"Tanah tempat rumah kami berdiri ini juga bukan tanah kami. Jika pemiliknya mau, mereka bisa kapan saja mengusir kami dari tanahnya. Saat mendirikan rumah ini dulu, kami juga dibantu oleh warga dan Pak Kades," ujar Maman kepada Tribun di gubuknya, Jumat (17/3).

Sehari-hari, Maman dan Yayan mencari nafkah dengan berburu tarantula dan kalajengking yang kemudian mereka olah menjadi minyak. Minyak tarantula dan kalajengking dipercaya memiliki banyak khasiat. Mulai dari khasiat menumbuhkan bulu hingga menyembuhkan berbagai penyakit, terutama asma dan penyakit kulit.

Kemampuan berburu dan mengolah kalajengking dan tarantula menjadi minyak diperoleh Maman dan Yayan dari Karman Maman (70), mertua mereka. Menurut Maman, ketika mertuanya masih berada di Cimanggung, tak jarang mereka melakukan perburuan bersama. Namun, setelah Karman dan istri serta dua anak lelakinya pindah ke Padang, Sumatra Barat, beberapa bulan lalu, praktis merekalah yang meneruskan usaha pengolahan minyak tarantula dan kalajengking ini. (Raw)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved