180 Jiwa Terisolasi Menunggu Perbaikan Jembatan
Jembatan penghubung antar kampung nyaris ambruk, warga di Kampung Cikoneng Dusun 4, RT 4 dan 5/15, Desa Mukapayung
Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Ferri Amiril Mukminin
CILILIN, TRIBUNJABAR.CO.ID - Jembatan penghubung antar kampung nyaris ambruk, warga di Kampung Cikoneng Dusun 4, RT 4 dan 5/15, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat memperbaiki dengan swadaya.
Dikatakan salah seorang warga, Budi Juliansyah (40) dana pembangunan jembatan hasil swadaya masyarakat dan dana bantuan dari desa setempat belum cukup untuk merampungkan jembatan rusak tersebut.
"Sudah ada bantuan dari desa tapi enggak cukup, masih kurang. Kalau mau benar-benar selesai dan bagus kami masih membutuhkan dana cukup besar," ujarnya pada Tribun kemarin.
Menurut Budi, jembatan tersebut merupakan akses utama untuk masuk ke kedua RT yakni RT 4 dan 5. Ada sekitar 61 Kepala Keluarga (KK) dengan sekitar 180 jiwa yang terisolasi akibat rusaknya jembatan tersebut apabila tidak segera diperbaiki. Tidak ada akses untuk menuju kedua RT tersebut selain jembatan tersebut.
"Jembatan hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki saja, masih aman. Tapi kalau kendaraan bermotor tidak bisa lewat, takut ambruk," katanya.
Dikatakan Budi, tiang pancang jembatan tersebut amblas terbawa air bah sungai yang berada di bawahnya pada Jumat (10/3/2017). Selain itu tembok penahan tanah (TPT) juga rusak terbawa arus sungai. Akibatnya jembatan dengan panjang sekitar 12x1,2 meter ini nyaris ambruk dan tidak bisa dilalui oleh kendraan bermotor.
Ia juga mengatakan, tingkat kerusakan jembatan tersebut lumayan parah sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar untuk penyelesaiannya. Jika hanya mengandalkan dari iuran warga dan bantuan desa sebesar Rp 3 juta itu, tidaklah mencukupi.
"Kami langsung perbaiki dengan swadaya dan kami juga meminta dana bantuan ke desa tapi belum cukup," ujarnya.
Sejak empat hari lalu pengerjaan perbaikan jembatan sudah dilakukan warga dengan bergotong royong, meski dengan dana dan pengerjaan yang seadanya. Warga mengaku masih khawatir kalau jembatan yang sudah diperbaiki tersebut akan kembali ambruk jika diterjang air bah yang kencang seperti kemarin.
"Kami kerjakan semampu kami dengan dana terbatas. Seharusnya mungkin pakai material besi yang kuat enggak cuma pondasi biasa aja. Paling kekuatannya cuma dua tahunan, itupun kalau enggak diterjang air bah lagi," katanya.
Warga berharap ada bantuan dana yang signifikan untuk perbaikan jembatan tersebut, agar perbaikan dikerjakan dengan baik dan benar menggunakan bahan material yang memadai.
"Kami enggak bisa memperkirakan berapa jumlah kekurangannya, yang pasti kami masih memnutuhkan biaya karena uang yang kemarin sudah habis," tuturnya. (aa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/perbaikan_20170318_172946.jpg)