Beredar Pesan Berantai Penculikan Anak di Cimahi, Kapolres Cimahi Sebut Berita Hoaks

Pesan tersebut juga disertai dua foto. Foto pertama pelaku penculikan yang diikat tangannya, foto kedua anak-anak yang diikat kaki dan tangannya.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Kisdiantoro
Mumu Mujaahidin
Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi didampingi Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra dan Asisten Pemerintahan Kota Cimahi Pipit melaksanakan Pemeriksaan pasukan operasi lilin lodaya 2016-2017 pada Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Lodaya 2016/2017 di lapangan parkir Bale Pare, Kota Baru Parahyangan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (22/12/2016). 

CIMAHI, TRIBUNJABAR.CO.ID - Media sosial kembali dihebohkan oleh pesan berantai berisi berita bohong atau hoaks, kali ini isinya soal penculik anak yang dilakukan warga dengan berpura-pura sebagai orang gila.

Dalam pesan itu, disebutkan ada seorang pria yang berpura-pura sebagai orang sakit jiwa membawa satu orang anak yang dimasukan ke dalam karung, di daerah Pojok, Kota Cimahi.

Pesan tersebut juga disertai dua foto. Foto pertama pelaku penculikan yang diikat tangannya, foto kedua anak-anak yang diikat kaki dan tangannya.

Dalam pesan itu, masyarakat diimbau agar selalu waspada apalagi bagi mereka yang memiliki anak kecil di bawah 10 tahun. Jangan biarkan anak main sendiri di luar rumah.

Ketika di konfirmasi, Kapolres Cimahi, AKBP Ade Ary Syam Idradi, mengatakan bahwa kabar tersebut hoax dan tidak benar.

"Kami mengimbau kepada masyarakat Kota Cimahi dan sekitarnya bahwa apabila mendapatkan broadcast (pesan berantai) tentang berita penculikan itu, kami konfirmasi berita tersebut adalah hoax yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab," ujar Ade, saat ditemui di Polres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Jumat (17/3/2017).

Menurut Ade, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Cimahi sampai saat ini tetap terjaga dan terkendali. Ia pun meminta masyarakat tetap tenang dan jangan takut.

"Sekali lagi kami infokan bahwa berita tersebut hoax, kami juga meminta masyarakat agar tidak mudah menyebar luaskan berita yang belum pasti kebenarannya," katanya. (bb)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved