Breaking News:

Alasan Keamanan jadi Faktor Utama Penertiban Jaring Apung Jatiluhur

Kepala operasi penertiban kolam ternak ikan keramba jaring apung (KJA) di Bendungan Ir H Juanda Kabupaten Purwakarta

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ferri Amiril Mukminin
tribunjabar/mega nugraha
Kepala operasi penertiban kolam ternak ikan keramba jaring apung (KJA) di Bendungan Ir H Juanda Kabupaten Purwakarta, Letnan Kolonel Infanteri Ari Maulana yang juga Dandim 0619 Purwakarta, di Grand Permata, Kamis (9/3/2017). 

PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kepala operasi penertiban kolam ternak ikan keramba jaring apung (KJA) di Bendungan Ir H Juanda Kabupaten Purwakarta, Letnan Kolonel Infanteri Ari Maulana menjelaskan penertiban zero KJA di bendungan itu, didasari alasan keamanan.

Ia menjawab itu saat ditanya soal KJA di Bendungan Cirata dan Saguling yang tidak ditertibkan sedangkan hanya di Bendungan Ir H Juanda saja yang baru ditertibkan.

Ari yang juga Komandan Distrik Militer (Dandim) 0619 Purwakarta itu menyebut, penertiban KJA sudah dilakukan sejak dua tahun terakhir, 2014 hingga 2016 karena alasan kualitas air bendungan yang buruk akibat pakan ikan.

"Tahun ini, penertiban KJA difokuskan karena alasan keamanan, seperti kita ketahui, Densus 88 kemarin menangkap terduga teroris di Bendungan Ir H Juanda," kata Ari dalam silaturahmi Kodim 0619 dengan sejumlah wartawan Purwakarta, di Hotel Grand Permata, Jalan Raya Sadang, Kamis (9/3/2017).

Menurutnya, penangkapan terduga teroris di Bendungan Ir H Juanda merupakan pukulan telak bagi aparat keamanan di Indonesia. Mengingat, bendungan yang juga disebut Bendungan Jatiluhur ini.

Tidak dipungkiri, alasan kualitas air yang menurun karena tercampur pakan ikan ternak juga jadi alasan penertiban KJA. Apalagi, kata dia, 6 turbin penghasil listrik ikut rusak karena zat kimia di pakan ternak tersebut.

"Bendungan Jatiluhur ini obyek vital strategis nasional, kami tidak ingin hal serupa seperti terduga teroris terjadi lagi. Untuk Cirata yang masuk wilayah Purwakarta juga tentu saja akan ditertibkan," kata Ari.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan upaya persuasif kepada peternak ikan KJA ihwal penertiban tersebut. Penertiban akan dimulai April ini. "Target penertiban tahun ini 11 ribu KJA bisa ditertibkan dengan target zero KJA," katanya.(men)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved