Rabu, 8 April 2026

Kasihan, Gajah Afrika Tertua dan Terbesar Mati Dibunuh Pemburu Liar

Beruntung, bekerja sama dengan Kenya Wildlife Service (KWS), kami dapat menemukan bangkai sebelum pemburu liar menemukan dan mengambil gadingnya

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
(Picture: Tsavo Trust)
Gajah Satao II ditemukan tewas. 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Salah satu gajah Afrika tertua dan terbesar mati dibunuh pemburu lliar di Kenya. Berita ini dilaporkan kelompok konservasi yang melindungi hewan-hewan besar yang mulai berkurang.

Richard Moller dari Tsavo Trust mengatakan, Satao II, nama gajah itu, ditemukan mati pada Senin dan diyakini akibat ditembak mengunakan panah beracun, meski hal itu belum terkonfirmasi.

"Beruntung, bekerja sama dengan Kenya Wildlife Service (KWS), kami dapat menemukan bangkai sebelum pemburu liar menemukan dan mengambil gadingnya," kata Moller, seperti dikutip laman metro.co.uk, Selasa (7/3).

Gajah itu diyakini berusia 50 tahun dan menjadi kesayangan pengunjung Taman Nasional Tsavo.

Tak lama setelah penemuan bangkai gajah di area taman konservasi, dua pemburu liar yang disangka menjadi pelaku pembunuhan ditangkap.

Insiden itu terjai dua hari setelah petugas KWS terbunuh pada indisen anti-pemburuan liar di taman.

Berdasarkan Serikat Konservasi Alam Internasional (IUCN), angka gajah Afrika berkurang drastis sekitar 111.000 hingga 415.000 selama satu dekade terakhir.

Pembunuhan gajah menujukan angka yang besar sekitar 30.000 dalam setahun dengan tujuan untuk diambil gadingnya. Gading ini dipergunakan sebagai obat tradisional atau simbol setatus seseorang. (dia)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved