Mantan Terpidana Teroris Asal Purwakarta Mulai Bekerja Sebagai Petugas Kebersihan
Pantauan Tribun, di hari pertama kerja, ia langsung memimpin 10 pasukan petugas kebersihan di kawasan Sadang.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Kisdiantoro
PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Mantan terpidana terorisme yang kini tinggal di Desa Cibening Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta mulai bekerja sebagai petugas kebersihan di wilayah Sadang Bungursari, Purwakarta hari ini, Kamis (2/3).
Pantauan Tribun, di hari pertama kerja, ia langsung memimpin 10 pasukan petugas kebersihan di kawasan Sadang.
Pertama kali kerja, Agus tampak canggung memimpin 10 anak buahnya. Agus sempat meminta sejumlah sopir angkot yang parkir di bahu jalan untuk memindahkan kendaraannya.
Ia dipekerjakan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Sehari sebelumnya, Rabu (1/3), Agus diundang ke rumah dinas bupati di Jalan Gandanegara Purwakarta. Pada kesempatan itu, Dedi menemani Agus memulai pekerjaan hari pertamanya.
"Saya coba dulu tawaran pak bupati, ini bagian dari kepedulian kepala daerah karena ini niat baik pak bupati," ujar Agus.
Menurutnya, apa yang dilakukan Dedi sebagai bagian dari deradikalisasi. Khususnya, bagi eks terpidana terorisme yang telah menjalani masa hukuman. Sama halnya seperti Agus yang telah menjalani pidana atas kasus perampokan di SPBU Kali Asin, Cikampek Kabupaten Karawang.
Selain itu, ia juga sempat terlibat dalam penyuplai amunisi untuk pelatihan militer di Jalijantho, Nangroe Aceh Darussalam (NAD).
Pelaku teror bom Taman Pandawa Kota Bandung, Yayat Cahdiyat diakui Agus sebagai binaaanya.
"Sebenarnya ini bisa jadi contoh untuk daerah lain untuk melakukan hal yang sama.
Ini deradikalisasi dengan pendekatan ekonomi, bisa jadi prototype daerah lain," katanya.
Pada kesempatan itu, Dedi mengatakan per 1 Maret Agus resmi bekerja sebagai pengawas kebersihan kawasan Sadang hingga Bungursari.
"Di awal Agus pelatihan dulu, mengenal tugas-tugasnya dengan baik. Tugasnya jadi pengawas kebersihan wilayah Sadang-Bungursari, gajinya Rp 2 juta. Agus harus coba dulu, mudah-mudahan betah. Daripada diam di rumah dapur enggak ngebul," katanya.
Ia enggan menyebut apa yang dilakukannya pada eks terpidana teroris sebagai bagian dari program deradikalisasi karena ia mengaku Pemkab Purwakarta tidak memiliki program deradikalisasi.
"Enggak ada program seperti itu. Ini mah pendekatan personal saja, ingin bantu dan kebetulan Agus kan tinggal di Purwakarta. Sebagai kepala daerah, saya bertanggung jawab moral," katanya. (men)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/eks-terpidana-terorisme-agus-marshal-di-pos-polisi-cikopo_20170302_174848.jpg)