Kasus Pungutan Liar

BREAKING NEWS: Kedapatan Pungli, Dua PNS Dishub Kabupaten Ciamis Ditangkap

Informasi yang dihimpun Tribun, OTT dilakukan di kantor unit pelaksana teknis daerah (UPTD) pengujian kendaraan . . .

BREAKING NEWS: Kedapatan Pungli, Dua PNS Dishub Kabupaten Ciamis Ditangkap
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi: Setop pungutan liar! 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

CIAMIS, TRIBUNJABAR.CO.ID - Tim Saber Pungli Polres Ciamis melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis, Selasa (28/2/2017). Setidaknya dua pegawai negeri sipil (PNS) Dishub kabupaten Ciamis, seorang pegawai honorer, dan seorang masyarakat, terjaring OTT lantaran diduga melakukan pungutan liar (pungli).

Informasi yang dihimpun Tribun, OTT dilakukan di kantor unit pelaksana teknis daerah (UPTD) pengujian kendaraan bermotor (PKB) dan di kantor Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Ciamis pukul 12.00 WIB. Adapun keempat pelaku praktik pungli yang ditangkap itu berinisial A, Ny NR, AS, dan D.

"OTT tersebut terkait dengan pungli pada uji kendaraan bermotor atau kir dan pembuatan kartu ijin usaha angkutan (KIUA)," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, kepada wartawan melalui pesan singkat, Selasa (28/2/2017).

Yusri menyebut, A diketahui sebagai pegawai honorer Dishub Kabupaten Ciamis yang bekerja sebagai petugas pengecatan dan gesek nomor kir. Sedangkan NR diketahui sebagai PNS Dishub Ciamis selaku bendahara pendaftaran. Adapun AS merupakan masyarakat yang berprofesi sebagai calo.

"Masing-masing melakukan praktik pungli pada uji kir dan pembuatan KIUA. Ketiganya ditangkap di kantor UPTD PKB," kata Yusri. Sedangkan D merupakan PNS Dishub Kabupaten Ciamis yang bekerja sebagai petugas bina usaha angkutan. "Dia ditangkap di kantor Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Ciamis," kata Yusri.

Dikatakan Yusri, A menarik uang tambahan untuk biaya pengecatan uji berkala dan gesek nomor KIR sebesar Rp 10 ribu setiap kendaraan. menurutnya, A melanggar pasal 8 Perda Kabupaten Ciamis No 9 Th 2013 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor.

"Dalam pasal itu tidak diatur tentang penarikan uang tambahan," ujar Yusri.

Adapun NR, kata Yusri, melakukan penarikan denda keterlambatan sebesar 100 persen dari nilai retribusi. Sedangkan berdasarkan pasal 23 Perda Kab Ciamis Nomor 9 tahun 2013 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, kata dia, denda yang boleh dikenakan hanya sebesar 2 persen.

"Barang bukti yang kami sita uang Rp 3.625.000, dokumen pendaftaran, dan kaleng pengetokan," kata Yusri. Sedangkan AS yang merupakan calo mencari masyarakat yang ingin dibantu perpanjangan KIR. "Dari masyarakat yang minta bantuan itu ia meminta uang tambahan sebesar Rp 300 ribu," kata Yusri.

Dikatakan Yusri, D melakukan pungli dengan menarik uang untuk biaya pembuatan KIUA. Ia menarik yang kepada setiap pemohon sebesar Rp 15 ribu. Sedangkan berdasarkan Perda Kabupaten Ciamis No 9 tahun 2008 tentang penyelenggaraan bidang Perhubungan, kata dia, pembuatan KIUA tidak dipungut biaya sedikitpun.

"Kami sita uang sebesar Rp 215 ribu yang diduga hasil pungutan liar," kata Yusri.

Dikatakannya, tim Saber Pungli Polres Ciamis masih mendalami praktik pungli tersebut. Adapun tiga pria dan seorang wanita itu ditahan di Markas Polres Cimahi. Keempatnya melanggar pasal 12 huruf e UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Ancamannya penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun," kata Yusri. (cis)

Penulis: cis
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved