Breaking News:

Bom Panci di Taman Pandawa

Pelaku Bom Panci Diakui Warga Sempat Tinggal di Ciharashas Cianjur Selama 5 Bulan

idin mengatakan, Yayat tidak pernah berbaur. Warga biasa melihatnya saat salat saja di Masjid.

Penulis: Dian Nugraha Ramdani | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/DIAN NUGRAHA RAMDANI
Densus 88 Polri menggeledah sebuah rumah yang dikontrak Yayat Cahdiat -terduga pelaku bom panci di Bandung- di Kampung Ciharashas RT04/07 Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur?, Senin (27/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dian Nugraha Ramdhani

CIANJUR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Warga Kampung Ciharashas RT04/07 Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur kaget. Kampung yang sunyi berjarak 1 Kilometer dari Jalan Raya Cianjur-Cibeber itu didatangi sejumlah polisi bersenjata lengkap, Senin (27/2/2017).

Polisi menggeledah sebuah rumah semipermanen yang dikontrak oleh Yayat Cahdiyat, terduga pelaku bom panci di Cicendo, Kota Bandung. Di rumah berukuran 5 x 10 meter itu, Yayat alias Abu Salam disebut-sebut tinggal bersama istri dan kedua anaknya.

Namun, saat rumah tersebut digeledah, tidak ada seorang pun ditemukan berada di dalam rumah tersebut. Warga menyebut keluarga Yayat sudah pergi sejak hari Minggu (26/2/2017) sore.

"Dia sudah tinggal di tempat ini 5 bulan. Terakhis saya bertemu keluarga ini, mereka mengendarai motor pada Minggu sore. Katanya mau ke Purwakarta," ujar Didin (50) pemilik rumah yang dikontrak Yayat.

Didin mengatakan, Yayat tidak pernah berbaur. Warga biasa melihatnya saat salat saja di Masjid. Begitupun dengan istrinya. Jarang sekali perempuan dua anak tersebut terlihat keluar rumah.

"Saya tidak kebal siapa dia. Tapi waktu itu datang dan mencari rumah. Saya ada rumah peninggalan orangtua, sayang jika tidak dihuni, ya dikontrakan saja Rp 200 ribu per bulan," ujar Didin.

Mustopa (45) Ketua RT04 Desa Sirnagalih mengatakan, saat pertama kali datang, Yayat menyerahkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk. "Katanya orang Purwarata. Dia sudah 5 bulan disini," ujar Mustopa di lokasi penggeledahan.

Menurut Mustopa, Yayat memang jarang terlihat berbaur dengan masyarakat. Sehari-hari, dia berdagang mainan anak-anak di SDN Kebon Jeruk, Kecamatan Cilaku.

"Kami tidak tahu Yayat sekarang dimana. Kami juga kaget dan tidak tahu mengapa banyak polisi datang," ujar Mustopa. (ram)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved