LIPUTAN EKSKLUSIF

Penghasilan Pengemis di Bandung Tak Main-main, Rp 14 Juta Sebulan

"Saya mah duduk saja, tetapi selalu ada yang ngasih," katanya saat ditemui di perempatan tempatnya mangkal, Kamis pekan lalu.

Penghasilan Pengemis di Bandung Tak Main-main, Rp 14 Juta Sebulan
dok tribun jabar
Halaman depan Tribun Jabar edisi Rabu, 22 Februari 2017, dengan headline utama Pengemis di Kota Bandung dengan penghasilan fantastis. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Ada banyak faktor yang membuat keberadaan para pengemis dan pengamen di kota-kota besar, termasuk di Kota Bandung, sulit sekali diselesaikan. Penghasilan dari mengemis dan mengamen ternyata memang luar biasa besar. Hanya dengan mengamen beberapa jam saja setiap harinya di perempatan jalan protokol yang ramai, seorang pengemis bisa meraup hingga belasan juta rupiah setiap bulannya.

Munah (bukan nama sebenarnya), perempuan tua yang setiap hari duduk bersila di salah satu trotoar simpang empat Jalan Sudirman-Soekarno Hatta, Rajawali dan Cibeureum, Bandung, mengaku selalu mendapatkan uang dari para pengendara dengan hanya menadahkan tangan setiap kali lampu merah menyala. Setiap lampu merah menyala ada saja dua atau tiga pengendara yang melempar recehan, lima ratus, seribu, atau dua ribu rupiah.

"Saya mah duduk saja, tetapi selalu ada yang ngasih," katanya saat ditemui di perempatan tempatnya mangkal, Kamis pekan lalu.

Di simpang empat Jalan Sudirman-Soekarno Hatta, Rajawali dan Cibuereum, tempat Munah mangkal, lampu merah menyala selama satu menit sebelum berganti menjadi hijau yang juga menyala selama satu menit. Dengan kondisi ini Munah mendapat kesempatan 30 kali menadahkan tangan. Jika setiap kali lampu merah menyala Munah mendapat Rp 2.000, dalam satu jam penghasilannya Rp 60.000. Jika dalam sehari ia "bekerja" tujuh sampai sembilan jam, maka penghasilannya sehari itu Rp 420.000 sampai Rp 540.000. Kalau dalam sebulan, katakanlah 30 hari dikurang empat hari libur, Munah bisa terus "bekerja" 7-9 jam sehari di perempatan jalan protokol itu, maka total penghasilannya sebulan akan mencapai Rp 10.920.000 sampai Rp 14.040.000.

Besarnya penghasilan para pengemis ini juga dikatakan Ade Junaedi, petugas Dinas Sosial Kota Bandung yang sejak tahun 2008 bertugas menangkapi pengemis. Menurut Ade, penghasilan pengemis yang beroperasi di jalan utama seperti di Jalan Pasteur, Kota Bandung, bisa mencapai Rp 300 ribu sehari, atau Rp 9 juta sebulan.

"Inilah yang membuat para pengemis jadi keenakan. Kebanyakan mereka yang mengemis di Kota Bandung bukan warga Kota Bandung. Di kampung halamannya banyak dari mereka yang punya rumah, bahkan rumah kontrakan. Karena enak inilah, mereka juga kerap membawa sanak saudara mereka untuk juga mengemis di Bandung," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Abin Rosadi, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang bertugas di Kecamatan Coblong. Ia mengatakan, dalam sehari, rata-rata pengemis memang bisa meraup Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.

"Padahal, jumlah itu bukan hasil mengemis seharian, melainkan hanya tiga atau empat jam sehari," ujar Abin, disambut anggukan rekannya sesama PSM di Jalan Cipaganti, Kota Bandung, Sabtu (18/2). (ff/dd/tsm/tat)

Pakah para pengemis yang beroperasi di Kota Bandung bekerja sendiri? Atau ada yang mengkoordinir? Baca berita selengkapnya di edisi cetak Tribun Jabar hari ini, Rabu (22/2/2017). Follow akun twitter Tribun Jabar: @tribunjabar dan facebook: tribunjabaronline, untuk mendapatkan info terkini.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved