Budaya

Seniman Jabar Didorong Berinovasi agar Menarik Masyarakat dan Tak Tergerus Budaya Asing

Jangan sampai, katanya, kesenian dan kebudayaan tradisional ditinggalkan masyarakat karena tergerus globalisasi dan kalah dengan kesenian serta kebuda

Seniman Jabar Didorong Berinovasi agar Menarik Masyarakat dan Tak Tergerus Budaya Asing
TRIBUN JABAR/M SYARIEF ABDUSSALAM
Pertunjukan wayang golek di Giriharja 5, Kampung Jelekong, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. 

CIPARAY, TRIBUNJABAR.CO.ID - Para pelaku kesenian dan kebudayaan tradisional di Jawa Barat harus terus mengembangkan inovasi untuk menarik minat masyarakatnya yang juga terus berubah seiring perkembangan zaman. Kesenian dan kebudayaan tradisional malah terkesan lebih diminati oleh warga negara lain, sampai digelar pertunjukan, pameran, dan pendidikannya di luar negeri.

 Anggota Komisi X DPRRI Dadang Rusdiana mengatakan, para pelaku seni budaya di Jawa Barat harus terus melakukan inovasi dan meningkatkan kreatifitasnya, menyesuaikan diri dengan kondisi terkini, baik dari teknologi, informasi, sosial, sampai kehidupan sehari-hari warganya.

"Tapi inovasi ini tanpa harus meninggalkan pakem dan falsafahnya. Sehingga tetap terjaga keasliannya. Hanya dikombinasikan, supaya tetap digemari masyarakat," kata Dadang usai menghadiri pementasan wayang golek di Yayasan Giriharja 5, di Kampung Jelekong, Kecamatan Ciparay, Minggu (19/2) malam.

Jangan sampai, katanya, kesenian dan kebudayaan tradisional ditinggalkan masyarakat karena tergerus globalisasi dan kalah dengan kesenian serta kebudayaan lain. Sebab tanpa disadari, katanya, posisi tradisi masyarakat Indonesia mulai bergeser oleh budaya luar. Contoh kecilnya, saat pernikahan orang lebih suka mementaskan seni modern daripada pertunjukan tradisional.

"Kami DPR RI terus mendorong perkembangan kebudayaan yang memiliki fungsi memanusiakan manusia. Jangan sampai terus tergerus oleh budaya lain pada masa globalisasi ini. Karena inilah tugas untuk menjaga karakter bangsa ini. Jangan sampai kalah dengan budaya dari Jepang atau Korea Selatan," katanya.

Pemerintah, menurut Dadang, menjaga eksistensi kebudayaan tradisional dengan program pendidikan kebudayaan di sekolah, pemeliharaan situs budaya, serta membantu komunitas dan mendorong kebudayaan sebagai duta pariwisata Indonesia. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved