Menjelang Aksi 212

Bertemu Pengurus NU Jabar, Ini yang Dibahas Kapolda

Dari dulu saya ingin ke sini, cuma ketua sibuk jadi baru sekarang. Soal 212 itu baru-baru ini saja, ini sudah diagendakan seminggu yang lalu.

Penulis: cis | Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR/DONY INDRA RAMADHAN
Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan saat memberikan keterangan terkait Habib Rizieq di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (12/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID – Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan, membantah pertemuan dengan Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jabar terkait dengan aksi 212 yang digelar di Jakarta Selasa (21/2/2017). Ia mengatakan, kedatangannya hanya untuk silaturahmi setelah dirinya menjabat sebagai kapolda.

“Dari dulu saya ingin ke sini, cuma ketua sibuk jadi baru sekarang. Soal 212 itu baru-baru ini saja, ini sudah diagendakan seminggu yang lalu. Tidak ada kaitannya,” kata Anton kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan PWNU Jabar, di kantor PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung, Senin (20/2/2017).

Terkait dengan aksi 212, Anton meyakini, masyarakat Jabar tak akan datang ke Jakarta. Sebab ia menilai masyarakat Jabar sudah dewasa untuk mengikuti aksi unjuk rasa yang disebut-sebut mengawal persidangan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok itu. Ia pun menilai jumlah peserta aksi Jabar pun mulai berkurang pada aksi yang digelar Selasa pekan lalu.

“Yang berangkat itu hanya segelintir orang,” kata Anton. Ia pun telah meminta anggotanya untuk melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat Jabar untuk tidak terbujuk ajakan yang tidak jelas. “Kami terus mengimbau agar tidak ke Jakarta karena itu bukan lagi masalah agama tapi sudah kental nuansa politik,” kata Anton.

Ketua PWNU Jabar, Hasan Nuri Hidayatulah, juga membantah pertemuannya dengan Kapolda Jabar berkaitan dengan aksi 212. Ia menyebut, pertemuannya merupakan upaya sinergitas perwakilan pemerintah dengan NU.

“Kami meyepakati beberapa hal tapi tidak ada kaitannya dengan 212, seperti bela negara di pesantren. itu saja. Aksi 212 tidak ada kaitannya dengan kami,” kata Hasan.

Kerjasama bela negara itu, kata Hasan, untuk menanamkan rasa nasionalisme santri NU. Sebab, kata dia, cinta tanah air itu sudah menjadi fatwa NU sehingga harus dijalankan para santrinya. “Diajari nasionalisme sudah lama dilakukan cuman harus diajarkan lebih baik lagi,” ujar Hasan. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved