BREAKINGNEWS: Penampakan Puluhan Ribu Ikan yang Tiba-tiba Mati

"Kerugian sekitar Rp 170 juta pak. Mudah-mudahan ada yang masih hidup dan bisa dipanen lebih awal," ujarnya.

BREAKINGNEWS: Penampakan Puluhan Ribu Ikan yang Tiba-tiba Mati
tribunjabar/mega nugraha
Puluhan ribu ikan tiba-tiba mati 

PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Ikan ternak di keramba jaring apung (KJA) Bendungan Ir H Juanda yang mati massal luasannya bertambah. Kematian ikan ternak air tawar ini terjadi sejak dua pekan lalu yang hanya di beberapa zona kawasan, seperti belasan peternak KJA di zona 1 dan dua.

"Sekarang meluas ke zona 3, 4, hingga lima. Jumlahnya lebih banyak," ujar Kepala Unit Penegakkan Hukum Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Purwakarta saat ditemui di sela patroli di kawasan bendungan, Rabu (15/2/2017).

Pada kesempatan itu, petugas Satpol Air berkeliling kawasan zona KJA sejak pagi hingga menjelang sore. Pantauan Tribun, rata-rata bangkai ternak ikan mengambang di petak-petak KJA mereka.

Zona KJA di Bendungan Ir H Juanda atau Jatiluhur ini meliputi Kecamatan Jatiluhur dan Sukatani. Petak KJA yang ikan ternaknya jadi bangkai diperkirakan lebih dari puluhan ribu. Zona 5 berada di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani.

"Hampir semua petani jaring apung di zona 5 mengalami kerugian karena rata-rata ternak ikannya sekarang jadi bangkai," kata Suryadi.

Pada kesempatan tersebut, sejumlah peternak KJA mengaku penyebab kematian hewan ternaknya dipengaruhi curah hujan yang tinggi sejak awal 2017. Petugas Satpol Air turut memberikan arahan agar peternak KJA memanen ikan lebih awal.

"Kami sarankan agar ternak ikan KJA dipanen lebih awal karena curah hujan diprediksi masih akan terus berlangsung," kata Suryadi.

Peternak KJA di desa itu, Ahim (35) memiliki 19 petak KJA milik majikannya. Semua ikan di 19 petak KJA mati dan jadi bangkai alias tidak lagi memiliki harga jual.

"Ternak yang bentar lagi panen di 19 petak mati semua pak, sekitar 10 ton. Kami rugi sekali," ujar Ahim ditemui di petak KJA nya. Bangka ikan diangkut perahu untuk kemudian dibuang.

Ia mengalami kerugian ratusan juta dri bencana ikan yang mendadak mati massal itu. Ia baru mengalami kondisi ini pertama kali.

"Kerugian sekitar Rp 170 juta pak. Mudah-mudahan ada yang masih hidup dan bisa dipanen lebih awal," ujarnya. (men)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved