Polda Jabar Periksa Dua PNS Sumedang yang Diduga Pungli di BPN

Polda Jabar masih memeriksa dua orang terduga pelaku yang melakukan pungli di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumedang.

Polda Jabar Periksa Dua PNS Sumedang yang Diduga Pungli di BPN
TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA
ILUSTRASI -- Sejumlah pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut menutup wajah saat keluar dari dalam kantor. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Polda Jabar masih memeriksa dua orang terduga pelaku yang melakukan pungli di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumedang. Dua orang tersebut diamankan saat adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh tim saber pungli Jawa Barat pada Kamis (9/2/2017).

"Pelaku masih dilakukan pemeriksaan oleh unit tipikor Polda Jabar," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus kepada Tribun melalui sambungan telepon, Jumat (10/2/2017).

Yusri menuturkan, dari kegiatan OTT itu, petugas mengamankan dua orang terduga pelaku pungli yang merupakan pegawai kantor BPN Sumedang. Keduanya yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut yakni berinisial RRR (41) yang menjabat sebagai Analis Permohonan (PNS Golongan 3D) dan Ay (50) yang menjabat sebagai petugas pengadministrasian umum (PNS golongan 3B).

"Kami mendapatkan informasi dan keluhan dari masyarakat terkait sulitnya mendapatkan sertifikat. Lalu tim melakukan penyelidikan dan kemarin melakukan OTT," katanya.

Selain menangkap kedua terduga pelaku, polisi pun menyita barang bukti yang didapat dari ruangan keduanya berupa 10 amplop berisi uang yang isinya berbeda-beda dengan total Rp. 9.930.000, tiga buah sertifikat tanah hak milik dan hak guna bangun (HGB) berikut warkah tanahnya, dan tujuh bendel warkah tanah.

"Barang bukti dan pelaku saat ini masih berada di Polres Sumedang dan masih dilakukan pemeriksaan," katanya.

Sementara, disinggung soal adanya dugaan pungli dilakukan melalui transfer bank, Yusri mengatakan hal itu akan diperiksa terlebih dahulu.

"Itu masih akan didalami dahulu apakah memang ada (transfer bank) atau tidak," katanya. (dra)

Penulis: dra
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved