Pedagang Pasar Cicalengka Tagih Janji Bupati, Tetap Merugi Karena Alasan Ini
Sejumlah pedagang di Pasar Sehat Sabilulungan (PSS) Cicalengka, Kabupaten Bandung, menuntut janji Bupati Bandung
Penulis: Ragil Wisnu Saputra | Editor: Ferri Amiril Mukminin
CICALENGKA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sejumlah pedagang di Pasar Sehat Sabilulungan (PSS) Cicalengka, Kabupaten Bandung, menuntut janji Bupati Bandung, Dadang M Naser untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang masih berada di luar PSS.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun, akibat masih banyaknya PKL yang berada di luar PSS menyebabkan sejumlah pedagang di PSS mengaku merugi. Pasalnya, pengunjung lebih memilih untuk membeli di luar PSS.
Neneng (47) salah seorang pedagang di PSS blok F mengatakan, janji Bupati Bandung saat meresmikan PSS Cicalengka pada 21 Desember 2016 lalu saat ini belum terealisasi. Salah satunya yakni menertibkan PKL yang berada di terminal, alun-alun dan jalan menuju pasar.
"Janji Pak Bupati belum teralisasi. Katanya mau menertibkan PKL di luar. Tapi sampai saat ini belum terwujud. Kami jadi merugi, banyak pembeli yang memilih belanja diluar," ujar Neneng kepada Tribun di PSS Cicalengka, Jumat (9/2/2017).
Selain itu, kata Neneng, permasalahan lain yakni masih adanya para PKL yang ada di luar PSS akan tetapi memiliki lapak di dalam PSS. Hal itulah yang menyebabkan para pedagang PSS mengalami kerugian signifikan dibanding saat masih belum ditempatkan di PSS.
"Ada 75 persenan PKL yang diluar punya lapak di PSS. Ini juga permasalahannya, kalau enggak ditertibkan di sana, kami akan terus merugi," ujar Neneng yang diaminkan Fufu Fauziah (35) pedagang lainnya.(raw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pasar-cicalenkga_20170210_111859.jpg)