Piala Presiden

Persela Kandas di Laga Perdana Piala Presiden

"Kalau permainan sesuai harapan, tim bisa mengontrol permainan bisa menguasai, cuman finishing kalah," kata Heri usai laga.

Penulis: cis | Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Pelatih Persela Lamongan, Heri Kiswanto memberikan keterangan setelah timnya kalah dari Persiba Balikpapan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (6/2/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Persela Lamongan kandas di laga perdana Piala Presiden. Tim berjuluk Joko Tingkir itu kalah dari Persiba Balikpapan setelah bertempur 90 menit di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (6/2/2017).

Gol tunggal Persiba dicetak Marlon Da Silva De Moura melalui titik putih di menit 69. Sang pengadil, Masril memberikan hadiah pinalti kepada Persiba setelah M Zainal Haq menjatuhkan Marlon di kotak pinalti.

Pelatih Persela Heri Kiswanto, menilai kekalahannya disebabkan dewi fortuna tidak memihak timnya. Alhasil timnya harus kebobolan satu gol yang tercipta dari titik pinalti.

"Kalau permainan sesuai harapan, tim bisa mengontrol permainan bisa menguasai, cuman finishing kalah," kata Heri usai laga.

Heri menilai, pelanggaran yang menjadi penyebab sang pengadil menunjuk titik 12 pas seharusnya tidak terjadi. Hal itu ttidak akan terjadi, kata dia, jika para pemain bertahannya lebih fokus dan konsentrasi.

"Tapi itu sepak bola, saya tetap apresiasi pemain yang sudah berupaya, cuman keberuntngan belum ada. Karena banyak peluang tapi tidak terjadi gol," kata Heri.

Heri mengatakan, kekalahannya itu juga akan menjadi bahan evaluasi untuk laga berikutnya. Diakuinya masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Satu di antaranya ketenangan penyerang anyar Persela, yaitu Ivan Carlos Franca Coelho.

"Dia baru datang tiga hari dari Brasil, ketenangan belum ada dan masih terburu ini yaang perlu diperbaiki dan pertahanan juga akan diperbaiki," kata Heri.

Terlepas dari itu, Heri menilai, kolektivitas para pemainnya sudah cukup baik. Namun tetap terus ditingkat. "Intinya menyempurnakan yang kurang baik," kata Heri. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved