Di Barbershop Ini Tukang Cukurnya Wanita, Ada Garansi 3 Hari Kalau Hasil Tak Sesuai
Toko pangkas rambut (barbershop) terus saja bermunculan di Bandung. Para pelaku usaha ini tak pernah kehabisan ide memoles tokonya
TRIBUNJABAR.CO.ID -- Toko pangkas rambut (barbershop) terus saja bermunculan di Bandung. Para pelaku usaha ini tak pernah kehabisan ide memoles tokonya menjadi semakin menarik. Bahkan tak jarang, beberapa tempat menyediakan kopi untuk membuat pelanggan betah.
Salah satu barbershop yang sudah dikenal di kalangan remaja Kota Bandung adalah Rock N Roll. Barbershop yang telah eksis sejak 2004 ini masih konsisten dengan wanita sebagai tukang cukurnya. Pemandangan tersebut memang sudah lumrah di salon, tapi tidak demikian dengan barbershop, yang hampir selalu diisi pria sebagai tukang cukurnya. Menurut Marketing Promotion Rock N Roll, Missy Tia, sebagai barbershop, Rock N Roll nyatanya mampu mendapat kepercayaan pelanggan pria hingga 60 persen, sisanya 40 persen wanita.
"Kenapa kami pilih perempuan karena perempuan lebih jujur berbicara penampilan. Kadang pelanggan cowok ingin kelihatan menarik di depan cewek itu seperti apa. Kami kasih masukan," ujar Tia saat ditemui di Rock N Roll Jalan WR Supratman No 59 Bandung, belum lama ini.
Seluruh pegawai Rock N Roll berawal dari nol alias tidak memiliki kemampuan mencukur rambut. Mereka diberi pelatihan selama tiga bulan dan dikenalkan dengan semua peralatan cukur di antaranya gunting dan mesin clipper. Mereka pun diwajibkan membawa modelnya sendiri untuk mereka praktik mencukur.
"Meskipun mereka diajarin, tapi lebih dari itu feeling mereka harus bermain. Misalnya model bob atau layer kami kasih basic-nya, tapi tetap feeling mereka harus jalan," ungkapnya.
Laiknya jenis usaha yang erat kaitannya dengan fesyen, barbershop ini juga selalu mengikuti perkembangan zaman. Dalam hal ini, berbagai macam model rambut yang tengah menjadi tren mutlak harus bisa diberikan.
Saat ini, diakui Tia, para pelanggan cenderung menyukai gaya rambut messy atau acak yang mengacu pada gaya 90an. Ini berbeda dengan model tren sebelumnya yang lebih klimis. Keduanya tak jauh berbeda dari segi potongan rambut, hanya berbeda pada styling. Tidak sedikit pula pelanggan yang memilih model rambut klasika, pomp dour, undercut, spike, dan mohawk.
"Rambut pasti berhubungan sama fesyen. Baju seperti apa pasti rambut mengikuti. Saya juga patokannya dari fesyen sekarang lagi musim apa," katanya.
"Pelanggan yang bawa foto model rambut, kami sesuaikan dengan kondisi seperti bentuk wajah rambut. Kami kasih masukan model bagusnya seperti apa," ucapnya.
Para pegawai terbiasa untuk tidak kaku kepada pelangganya. Mereka komunikatif sehingga pelanggan pun tidak merasa canggung.
Sebagaimana barbershop pada umumnya, Rock N Roll pun tidak menyediakan layanan cuci rambut.
"Sebagai gantinya, layanan lebihnya di sini obrolan, silaturahmi. Lebih kaya ke teman sih," katanya.
Sebagian orang bisa saja merasa potongan rambutnya tak sesuai keinginan sesampainya di rumah. Naman, pelanggan Rock N Roll tak perlu khawatir karena ada garansi selama tiga hari.
"Biasanya potong dari sini 3 hari baru kelihatan," ucapnya.
Rock n Roll pun memiliki hubungan dekat dengan komunitas band indie. Beberapa band indie lokal seperti Rocket Rockers, Close Head, dan Rosemary kerap berkunjung ke tempat ini.
Paling sepi, sebanyak 50 orang datang ke Rock N Roll setiap harinya. Di musim libur, lebih dari 100 orang mengunjungi tempat ini dalam sehari.
Untuk bisa menikmati layanan pangkas rambut di Rock N Roll, cukup membayar Rp 35 ribu. Tarif ini berlaku untuk pria dan wanita. Jika dicukur habis atau poni, pelanggan hanya perlu merogoh kocek Rp 20 ribu.
Seorang pelanggan asal Sulanjana Bandung, Bella, mengaku sudah menjadi pelanggan setia Rock N Roll. Setiap kali datang ke sana, ia selalu ditangani oleh pegawai yang sama dengan sebelumnya.
"Saya sudah nyaman dengan satu tukang cukur. Jadi sama dia aja terus kalau cukur. Udah enak sama dia," ungkapnya. (ee)