Breaking News:

Zero Keramba Jaring Apung di Jatiluhur Butuh Waktu 2 Tahun

Perum Jasa Tirta (PJT) II selaku operator Bendungan Ir H Juanda masih perlu waktu dua tahun untuk menertibkan keramba jaring apung

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ferri Amiril Mukminin
tribunjabar/mega nugraha
Aktivitas bongkar muat ikan dari KJA di Kampung Servis Desa Jatimekar Kecamatan Jatiluhur belum lama ini. 

PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Perum Jasa Tirta (PJT) II selaku operator Bendungan Ir H Juanda masih perlu waktu dua tahun untuk menertibkan keramba jaring apung di waduk raksasa di Kabupaten Purwakarta itu.

Dalam pertemuan dengan para perwakilan peternak ikan KJA di Kantor PJT II, Kamis (2/1), Direktur Utama PJT II Djoko Saputro menerangkan pihaknya konsisten dengan rencana penertiban KJA di obyek vital nasional tersebut, setelah melihat peristiwa penangkapan empat terduga teroris akhir 2016. Hanya saja kemampuan untuk menertibkan KJA per tahun hanya 15 ribu sedangkan jumlah KJA yang ada saat ini mencapai angka 30 ribu.

"Sehingga penertiban KJA hingga 2018 karena mengingat kemampuan internal kami. Menyimak keinginan pak bupati yang menginginkan enam bulan sudah zero KJA, kami sudah sampaikan win-win solution pada para petani KJA," kata Djoko.

Pihaknya meminta peternak ikan KJA untuk kooperatif terhadap PJT II selaku pihak yang ditetapkan undang-undang sebagai penanggung jawab sepenuhnya bendungan dengan segala isinya.

"Kami sampaikan pada mereka tolong petani KJA bantu kami, untuk bagaimana memprioritaskan penertiban kepada petani KJA yang bukan warga Purwakarta supaya bisa terkontrol," ujar Djoko. Ia juga meminta KJA untuk memahami posisi PJT yang ditugasi penuh menjaga bendungan agar tetap memasok listrik untuk Jawa-Bali dan memenuhi 80 persen kebutuhan air bersih DKI Jakarta.

"Karena kami penanggung jawab utama bendungan, maka kami harus mengamankan bendungan termasuk zero (kosongkan) KJA pada waktunya (pada 2018)," ujar dia.

Karena masih ada sisa waktu dua tahun, ia bersama Pemkab Purwakarta akan membuka dialog penuh dengan para petani KJA agar bisa perlahan zero KJA bisa terwujud.

"Karena waktunya panjang, maka harus dialog secara terus menerus. Kalau ada persoalan kecil soal pendapatan KJA itu masih bisa dibicarakan," kata Djoko. (men)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved