Warga Keluhkan Limbah Kotoran Sapi dari Sebuah Pabrik Dibuang ke Situ Cileunca
Warga Kampung Cibuluh, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, mengeluhkan limbah cair dari peternakan sapi di PT Ultra Peternakan Bandung Selatan UPBS
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ferri Amiril Mukminin
PANGALENGAN, TRIBUNJABAR.CO.ID - Warga Kampung Cibuluh, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, mengeluhkan limbah cair dari peternakan sapi di PT Ultra Peternakan Bandung Selatan (UPBS) yang dibuang ke Situ Cileunca. Selama ini, air dari Situ Cileunca dipakai untuk aktivitas pariwisata, pengairan pertanian, bahan baku air minum, dan pembangkit listrik.
Warga Kampung Cibuluh, Suhendar (32), mengatakan awalnya PT UPBS membuang limbah cairnya ke kolam pengelolaan limbah perusahaan. Namun sejak sekitar dua tahun lalu, kolam penampungan limbah cair berupa kotoran sapi dan limbah cair lainnya dari lokasi pabrik, dialirkan ke selokan pertanian warga.
"Biasanya limbah itu dialirkan pada siang dan malam hari. Saat hujan pun limbah itu dialirkan, jadi warga mengira itu air hujan. Mengalir melewati kebun warga, dan bermuara di Situ Cileunca," kata Suhendar saat ditemui di sekitar Situ Cileunca, Kamis (2/2/2017).
Buangan limbah ini, katanya, kerap meluap dari selokan yang hanya memiliki lebar 30 cm dan kedalaman 1 meter tersebut. Akhirnya, air limbah kotoran sapi ini merendam perkebunan warga, menyisakan lumpur kotoran sapi. Warga pun mengalami gagal panen
Selokan pertanian ini, katanya, bermuara di Situ Cileunca. Akibat limbah ini, air danau di salah satu pojoknya tersebut berwarna hijau dan hitam. Bau menyengat, katanya, dikeluhkan warga, khususnya para petani di sekitar danau.
Sekretaris Desa Pulosari, Hendri Solehudin, mengatakan Pemerintah Desa Pulosari telah menegur PT UPBS atas keluhan warga tersebut pada 2013. Namun, respons yang didapat pihak desa, katanya, sangat tidak memuaskan. Akhirnya, pihak desa melaporkan hal tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.
"Kemudian Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung melakukan inspeksi pada 2014, tapi belum ada perubahan signifikan. Respon dari perusahaan katanya ya entar-entar aja, akan dibereskan sendiri katanya," menurut Hendri di Kantor Desa Pulosari.
Kata Hendri, pembuangan limbah ke Situ Cileunca tersebut sangat disesalkan karena warga menggunakan air dari danau tersebut untuk mencuci dan mandi. Hendrik mengatakan diduga di peternakan tersebut terjadi peningkatan jumlah sapi, mencapai 4.000 ekor dari tadinya hanya ratusan ekor.(sam)
