Merebak Isu Antraks, Penjualan Sapi di Pasar Hewan Tanjungsari Sepi

"Hari ini saja belum ada yang beli. Seminggu kemarin juga enggak ada yang beli. Pembeli jadi takut beli sapi karena ada kabar virus anthrax," kata Aan

Penulis: Ragil Wisnu Saputra | Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA
Ratusan sapi saat diperjualbelikan di Pasar Hewan Tanjungsari, Selasa (31/1). Akibat kabar virus antraks, penjualan sapi menjadi sepi. 

TANJUNGSARI, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kabar merebaknya virus antraks di Jawa Tengah, mengakibatkan penjualan hewan ternak jenis sapi di Pasar Hewan Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang mengalami penurunan drastis.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun, sejumlah bandar sapi di Pasar Hewan Tanjungsari sudah seminggu ini disetiap buka pasar, yakni setiap Selasa dan Sabtu, tidak berhasil menjual satu pun sapinya.

Aan Hasbullah (72) salah seorang bandar sapi asal Desa Sukamantri, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang mengatakan, kabar virus antraks menyebabkan penurunan penjualan hingga 100 persen.

"Hari ini saja belum ada yang beli. Seminggu kemarin juga enggak ada yang beli. Pembeli jadi takut beli sapi karena ada kabar virus anthrax," kata Aan kepada Tribun di Pasr Hewan Tanjungsari, Selasa (31/1).

Selain itu, kata dia, harga sapi pun kini juga semakin mahal. Mahalnya harga sapi diakibatkan biaya transportasi yang mengalami kenaikan. Per satu ekornya dibanderol Rp. 300 ribu hingga Rp. 400 ribu per sekali jalan.

"Kalau satu truk isi 12 biasanya biaya transportasinya sekitar Rp. 4,5 juta hingga Rp. 5 juta sekali jalan. Sapi yang didatangkan kesini biasanya dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata dia.(raw)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved