Tokoh dan Pelajar Lintas Agama Meriahkan Imlek di Pendopo Purwakarta

Semenjak saya kecil, suasana saling menghormati sudah tercipta di Purwakarta, kami saling mengucapkan perayaan tradisi maupun peringatan hari keagamaa

Tokoh dan Pelajar Lintas Agama Meriahkan Imlek di Pendopo Purwakarta
TRIBUN JABAR/ MEGA NUGRAHA
Habib Hasan Syu’aib, Kiai yang menjadi sesepuh di Mesjid Agung Baing Yusuf Purwakarta saat menghadiri makan bersama perayaan Imlek di Purwakarta, Jumat (27/1). 

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Para pelajar lintas agama memeriahkan tahun baru Imlek di Pendopo Pemkab Purwakarta, dengan makan bersama para pelajar keturunan Tionghoa, Jumat (27/1). Agenda itu digagas Satuan Tugas (Satgas) Toleransi yang dibentuk Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sejak setahun terakhir.

Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama di Purwakarta hadir pada kesempatan itu. Mereka yang hadir sempat mengucapkan selamat tahun baru Imlek pada pelajar dan orang tuanya yang keturunan. Termasuk Habib Hasan Syu’aib, Kiai yang menjadi sesepuh di Mesjid Agung Baing Yusuf Purwakarta.

Di sela makan siang, para pelajar yang keluarganya merayakan Imlek sempat menghibur pelajar lain dengan tabuhan perkusi yang biasa dijadikan musik pengiring barongsai, pertunjukkan kesenian khas saat Imlek.

Diantaranya adalah David (16), siswa asal SMA PGRI Purwakarta. Ia berkisah menjalani tahun demi tahun perayaan Imlek di Purwakarta. Tradisi angpao, dodol hingga kue keranjang selalu dibagikan ke tetangga di sekitar rumahnya.

"Kalau enggak salah tahun lalu pak bupati yang datang ke Klenteng pas malam Imlek, sekarang giliran kami yang datang ke sini untuk bisa berbagi," ujar David.

Sekolahnya tempat semua pelajar tidak hanya muslim, namun kesehariannya sudah berjalan normal tanpa ada singgung menyinggung. "Enggak ada yang aneh-aneh, semua berjalan sebagai mana mestinya,"ujar David.

Habib Hasan Syu'aib merupakan warga asli Purwakarta. Seperti diketahui, warga Purwakarta dihuni warga yang leluhurnya keturunan timur tengah dan Tionghoa, keduanya warga asli Purwakarta. Habib Hasan Syu'aib adalah sesepuh di Purwakaarta keturunan timur tengah, anaknya Alwi Hasan, Manajer klub sepakbola ASAD 313.

Menurutnya, tradisi saling menghormati perayaan tradisi maupun perayaan momentum keagamaan sudah tercipta sejak dulu di Purwakarta. Menurutnya, tidak ada salahnya mengucapkan selamat tahun baru Imlek ataupun perayaan keagamaan agama lain yang tidak dianut oleh pengucapnya, selama diniaati untuk kebaikan.

“Semenjak saya kecil, suasana saling menghormati sudah tercipta di Purwakarta, kami saling mengucapkan perayaan tradisi maupun peringatan hari keagamaan agama lain,” ujar Kiai sepuh berusia 80 Tahun tersebut.

Khusus perayaan Hari Raya Imlek, Kiai yang akrab disapa Abah Habib itu menceritakan pengalaman masa kecilnya. Ayah Abah Habib memiliki seorang sahabat Tionghoa bernama Abah Tong Cheh yang selalu memberikan dodol Imlek saat Abah Habib dan keluarganya datang mengucapkan Selamat Hari Raya Imlek.

“Saya ingat ada Abah Tong Cheh, teman karib Abah saya, rajin sekali memberi dodol imlek pada setiap orang yang datang mengucapkan Selamat Hari Raya Imlek, saya dan keluarga pernah diberi juga,” ujarnya. (men)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved