Minggu, 19 April 2026

Ketika Orangtua Berteman dengan Anak di Media Sosial, Hal Ini yang Bisa Terjadi Selanjutnya

Tapi, apakah hal ini baik bagi hubungan antara orangtua dan anak? Dan, apa dampaknya bagi rasa kepercayaan diri antara anak dengan orangtuanya?

shutterstock
Media sosial. 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Media sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan era generasi millenial. Derasnya arus informasi yang berpadu kecanggihan teknologi membuat buah hati tercinta kita begitu akrab dengan media dalam jaringan, termasuk media sosial.

Pertemanan anak dengan banyak orang di dunia maya mungkin saja memberikan banyak manfaat, dan tentunya dampak buruk. Misalnya seperti risiko ‘bully’ atau kekerasan verbal yang dilontarkan teman atau bahkan ‘strangers’ yaitu orang asing pada anak kita. Kalimatnya pun bisa bermacam-macam, mulai dari kritikan halus hingga ungkapan kasar yang menyakitkan hati.

Sebagai ibu dan orangtua, tentu sebisa mungkin kita mencegah hal ini terjadi. Namun, dashyatnya perkembangan media sosial dan teknologi mau tak mau membuat kita perlu melakukan tindakan secara aktif. Salah satunya dengan mengawasi kebiasaan anak dalam aktivitasnya di media sosial. Sebagai contoh mengenai pertemanan anak tersayang kita dengan temannya.

Tapi, apakah hal ini baik bagi hubungan antara orangtua dan anak? Dan, apa dampaknya bagi rasa kepercayaan diri antara anak dengan orangtuanya? Ini penuturan Melly Kiong, penulis buku yang sangat peduli soal dunia parenting.

Melly Kiong, dalam acara seminar Mindful Parenting yang diadakan oleh Gramedia Academy dengan tema ‘Pola asuh berkesadaran pada anak yang memasuki masa remaja’ .

"Sangat boleh, sekedar tahu aja. Tapi tidak boleh terlalu masuk ke dalamnya. Kita harus menghargai privasi anak," ujar Melly Kiong saat ditemui oleh tabloidnova.com dalam acara seminar Mindful Parenting yang diadakan oleh Gramedia Academy dengan tema ‘Pola asuh berkesadaran pada anak yang memasuki masa remaja’ di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, pada Kamis (26/1/2017).

Menurutnya lagi, ketika masuk menjadi teman di dunia maya, permasalahan yang terjadi pada anak tentunya dapat dipantau dengan mudah. Namun, hal ini bukan membuat ibu menjadi mudah protes di media sosial saat sang anak mendapat komentar pedas dari salah satu followersnya. Sikap jiwa besar seorang ibu tentu diperlukan ketika kita melihat komentar tak enak tentang anak kita.

"Tapi ketika tahu anak kita posting sesuatu, ada komentar dari temannya yang kurang begitu bagus. Kita ajak anak kita untuk diskusi. Jadi kondisi ini jangan kita balas di sosmed juga, jangan marahin anak kita, jangan juga kita larang anak main sama temennya. Tetapi kita berikan anak kita lagi-lagi untuk berfikir. Baik tidaknya, boleh atau tidak boleh. Memang anak jadi lebih berhati-hati dengan adanya orangtua dimedia sosial kita," saran perempuan yang sudah menerbitkan 9 buku tentang pengasuhan anak tersebut.(*)

Sumber: Nova
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved