Warga Buahdua Geger, Dayat Pilih Gantung Diri Dekat Kandang Kelinci
Koswara (46) terhenyak ketika melintas di dekat kandang kelinci saat akan menuju sawah, Sabtu (21/1) pukul 06.00.
Penulis: Deddi Rustandi | Editor: Ferri Amiril Mukminin
SUMEDANG, TRIBUNJABAR.CO.ID – Koswara (46) terhenyak ketika melintas di dekat kandang kelinci saat akan menuju sawah, Sabtu (21/1) pukul 06.00. Di dekat kandang kelinci di Kampung/Desa/Kecamatan Buahdua ia melihat tubuh Dayat (48) tergantung tanpa busana.
“Saya mau ke sawah dan saat melintas kandang kelinci melihat ada manusia yang tergantung tanpa pakaian,” katanya saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (21/1/2017).
Saksi ini mengaku mencoba mendekat ke arah kandang kelinci untuk lebih memastikan. “Ternyata yang tergantung dengan leher terjerat kain ini, Dayat,” katanya.
Koswara berteriak dan memanggil warga lainnya untuk mengabarkan Dayat yang tewas tergantung. Warga berdatangan ke rumah Dayat dan langsung melihat ke belakang rumah. Dayat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri mengunakan kain gorden yang diikatkan ke kayu paling langit-langit rumahnya yang dekat kandang kelinci.
Polisi dari Polsek Buahdua dan unit Identifikasi dan anggota Reskrim Polres Sumedang meminta bantuan para medis dari Puskesmas Buahdua. “Dia meninggal dunia akibat gantung diri. Lehernya terjerat mengakibatkan kekurangan oksigen ke otak. Lama meninggal sekitar enam jam sebelumnya,” kata dr Endang dari Puskesmas Buahdua.
Polisi dan paramedsi juga tak melihat ada tanda kekerasan di tubuh korban yang kurus. Keterangan keluarganya, Dayat mendetrita penyakit asma yang tak kunjung sembuh. Sehingga putus asa dan mengakihir hidup dengan cara gantung diri.(std)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gantung-diri-di-dahan-pohon-_-ilustrasi_20160107_191537.jpg)