Ini Dia ''Las Ventas'' ala Purwakarta

Las Ventas di Kota Madrid Spanyol terkenal sebagai stadion atau arena adu banteng dengan seorang pawang banteng atau akrab disebut Matador.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ferri Amiril Mukminin
tribunjabar/mega nugraha
Arena adu ketangkasan domba adu di Kidang Pananjung Cikubang 

PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Las Ventas di Kota Madrid Spanyol terkenal sebagai stadion atau arena adu banteng dengan seorang pawang banteng atau akrab disebut Matador. Sang matador bertugas menangkis, menangkal hingga melawan serudukan hewan bertanduk tersebut.

Di Kabupaten Purwakarta, dibangun Pamidangan Kidang Pananjung Cikubang di Kampung Cikubang Desa Cikubang Kecamatan Kiarapedes, sebuah arena adu domba dibangun di lahan seluas 10 hektare.

Sama halnya dengan Las Ventas yang masih berdiri dan menampilkan kengerian duel banteng melawan manusia sebagai bentuk pelestarian tradisi sejarah bangsanya, Kidang Pananjung juga dibangun untuk melanggengkan tradisi adu domba di Jawa Barat (Jabar).

"Kita yang tinggal jauh dari Eropa begitu mengenal adu banteng matador, padahal di kita juga ada tradisi yang sudah berabad lamanya hidup di Jabar, yakni adu domba. Makanya kami bangun stadion adu domba ini," ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di Purwakarta, Minggu (22/1/2017). Tahun lalu, ia merencanakan pembangunan stadion adu domba ini.

Sama halnya seperti stadion, tribun mengelilingi lapangan arena adu domba. Saat dibuka pada Sabtu (21/1/2017), ratusan pemilik domba menghadiri peresmiannya. Selain ketangkasan adu domba, juga digelar kecantikan dan ternak sapi dan domba unggul.

"Untuk peserta ketangkasan pesertanya dari seluruh daerah di Jawa Barat, dan untuk kontes kecantikan atau raja kasep diikuti oleh peserta dari Kabupaten Purwakarta yang diikuti oleh para peternak termasuk sapi unggul," katanya. Menurutnya, ada sejumlah kriteria adu ketangkasan domba seperti kondisi domba, adeg-adeg, tekhnik pukulan, keberanian dan kostum penampilan domba tersebut.

"Domba berjalan mundur untuk ambil ancang-ancang juga jadi penilaian. Kemudian karena domba ini hewan ternak berharga, makanya tidak boleh ada yang terluka," ujarnya.

Ia mencontohkan, hitungan adu domba tidak lebih dari 20 pukulan atau seruduk lewat kepala bertanduknya. Jika terlihat domba tidak sanggup melanjutkan pertandingan maka harus dihentikan.

Las Ventas ala Purwakarta ini tidak hanya menghadirkan arena ketangkasan saja. Namun, ia menjadikannya sebagai lokasi wisata edukasi. "Sekaligus memperkenalkan hewan ternak pada pelajar agar merangsang minat untuk beternak karena selama ini masalah Indonesia ini salah satunya di hewan ternak, karena sedari kecil tradisi beternaknya kurang, maka setelah dewasa sedikit yang jadi peternak dan dampaknya harga-harga daging hewan ternak gampang naik," ujar dia.(men)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved