Kebijakan Belajar Pukul 06

Orangtua dan Pelajar di Purwakarta Kini Terbiasa Bangun Pagi dan Menikmati Matahari Terbit

Mau bagaimana lagi, sudah berjalan setahun sudah jadi kebiasaan, kalau tidak gitu anak saya yang kena sanksi di sekolah

Orangtua dan Pelajar di Purwakarta Kini Terbiasa Bangun Pagi dan Menikmati Matahari Terbit
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Pelajar SD Negeri 3 Tegal Munjul Purwakarta jalan kaki menuju sekolahnya di Jalan Ipik Gandamanah, Jumat (20/1) pagi sekitar pukul 05.30. 

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Ribuan pelajar SD dan SMP di Kabupaten Purwakarta masih menjalani kebijakan masuk sekolah pukul 06.00 setelah kebijakan itu diberlakukan sejak setahun lebih.

Pantauan Tribun, Jumat (20/1) di kawasan Purwakarta kota, sejak pukul 05.30 para pelajar itu sudah berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki sebagian diantara mereka membawa sepeda dan lainnya diantar orang tua dan menggunakan angkutan umum.

Di awal kebijakan itu dilaksanakan, para orang tua banyak memprotes karena mereka kerepotan menyiapkan kebutuhan anak-anak mereka. Rata-rata, para orang tua harus bangun satu hingga dua jam sebelum jam pelajaran sekolah.

"Mau bagaimana lagi, sudah berjalan setahun sudah jadi kebiasaan, kalau tidak gitu anak saya yang kena sanksi di sekolah,"ujar Sofyan Kusumawinata (40) warga Kelurahan Tegal Munjul Kecamatan Purwakarta Kota ditemui di SD Negeri 3 Tegal Munjul.

Hal senada dikatakan Anne Wirastuti (46). Ia mengaku harus bangun lebih pagi pukul 04.00 atau pukul 05.00 setiap harinya. Pertama, ia membangunkan anaknya, menyiapkan sarapan pagi dan keperluan lainnya.

"Awalnya sih saya ampun-ampunan kerepotan sekali, bayangkan saja saya harus bangun paling pagi jam 04.00 untuk siapkan semuanya. Sekarang jadi masih keberatan sebenarnya, tapi mau gimana ini sudah jadi kebiasaan," ujarnya yang memiliki anak di SMP Negeri 1 Purwakarta.

Suhandi (41) orang tua pelajar bernama Dedi Kusdinar (13) pelajar SMP Negeri 3 Purwakarta mengaku mulai merasakan dampak positif kebijakan tersebut.

"Dampak positifnya anak saya terbiasa salat Subuh bareng keluarga. Lalu terbiasa bangun pagi dan anak saya terbiasa tidur lebih cepat," ujar dia.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menambahkan ia tidak akan membatalkan kebijakan tersebut karena ia yakin itu bermanfaat bagi pelajar.

"Ya masih jalan lah, itu bermanfaat kok buat pelajar. Manfaatnya pelajar terbiasa salat Shubuh tidak kesiangan, lebih disiplin, lebih sehat, bisa lihat matahari terbit, kan itu bagus," ujarnya.

Hanya saja, kata dia, kebijakan sekolah masuk pukul 06.00 saat ini tidak akan berlaku bagi pelajar SMA karena kewenangannya sudah beralih ke Pemprov Jabar.

"Kecuali untuk pelajar SMA tidak lagi masuk sekolah jam 06.00, tapi lebih siang pukul 06.30. Kewenangannya kan sudah di Pemprov Jabar, yang kewenangannya masih di kami tingkat SD dan SMP," katanya. (Men)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved