Selasa, 14 April 2026

Pengelola Kebun Binatang Bandung Bantah Beruang Madu Makan Fesesnya Sendiri

Pihak pengelola Kebun Binatang Bandung (KBB) langsung membantah tudingan Yayasan Scorpion Indonesia.

Penulis: cis | Editor: Ferri Amiril Mukminin
tribunjabar/teuku muhamad guci
Beruang madu di Kebun Binatang Bandung yang terlihat kurus 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pihak pengelola Kebun Binatang Bandung (KBB) langsung membantah tudingan Yayasan Scorpion Indonesia. Tudingan itu berkaitan dengan kondisi beruang madu koleksi KBB yang terlihat kurus dan memakan fesesnya sendiri.

Kondisi itu pun diunggaah Yayasan Scorpion Indonesia melalui rekaman video situs petisi online. Yayasan Scorpion Indonesia pun mengunggah petisi yang ditujukan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Mereka meminta KLHK menyrlamatkan binatang yang kepalaran di KBB.

"Itu tidak benar, beruang itu sehat. Apakah pendapat kurus itu menunjukkan beruang tidak sehat atau kurang makan. Kondisi gemuk juga belum tentu sehat," kata Humas KBB, Sudaryo, ketika dikonfirmasi di Jalan Taman Sari, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Rabu (18/1/2017).

Sudaryo mengatakan, satwa yang ada di KBB pun diberi makan setiap harnya. Diakui jika jadwal pemberian makan berbeda-beda. Porsi dan makanan yang diberikan pun berbeda tergantung jenis satwanya.

Orang utan misalnya, kata dia, pihaknya memberi makan mulai dari pagi. Menjelang siang, kata dia, orang utan di KBB diberi makan kembali dengan menu yang berbeda. Sore harinya, Orang Utan kembali diberi makan sebelum masuk ke kandangnya.

"Mereka ini akan tidur di kandang selama sekian jam asupannya harus cukup," kata Sudaryo.

Sudaryo mengatakan, sudah menjadi kewajiban pihaknya untuk memberi makan satwa dan menjaga kesehatan satwa di KBB. Tak hanya memberi makan dan menjaga kesehatan, perilaku satwa pun menjadi perhatian KBB.

"Kami memelihara satwa. Dan satwa itu harus sehat makannya cukup kesehatan diperiksa dokter," kata Sudaryo. "Makanan khusus disediakan, buah-buahan sesuai standar satwa yang membutuhkannya."

Terkait dengan adanya tudingan beruang madu memakan fesesnya sendiri, Sudaryo pun dengan tegas menampiknya. Ia menduga jika adanya rekaman video beruang madu memakan feses itu merupakan rekayasa.

"Saya curiga ada orang suruhan lempar makanan ke arah kotoran lalu dipotret. Saya menduga seperti itu," kata Sudaryo.

Sudaryo mengatakan, pihaknya memang sudah melarang pengunjung melempar makanan ke arah satwa. Hal itu pula yang membuat perilaku hewan seolah meminta makanan ke pengunjung. Ia yakin perilaku satwa takan seperti itu jka pengunjung mematuhi larangan.

"Kami tidak mungkin melakukan penjagaan satu per satu mulai dari buka sampai tutup. Lagi pula ini kan tontonan dan pengunjung juga sudah diberitahu," kata Sudaryo.

Sudaryo mengatakan, pihaknya sebetulnya enggan mengomentari tudingan Yayasan Scorpion Indonesia. Sebab , kata dia, Yayasan Scorpion sudah pernah mempersoalkannya pada tahun lalu.

"Soal beruang madu ini, mereka pernah tidak langsung mengirim surat ke kami, tapi ke BKSDA, dan itu sudah kami jawab. Lagi pula BKSDA itu kan pembina kebun binatang. Artinya mereka sudah bisa menilai yang ada di kami," kata Sudaryo.

Adapun alasan KBB menolak bantuan makanan dari Yayasan Scorpion Indonesia, Sudaryo menyatakan, pihaknya tak membutuhkannya. Sebab pihaknya mampu memenuhi kebutuhan makanan beruang madu yang dianggap kurus dan memakan fesesnya sendiri.

"Saya berharap ini lembaga ini bisa berpihak. Karena kami lembaga konservasi kan yang menikmati masyarakat," ujar Sudaryo. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved