Breaking News:

Cerpen A Warits Rovi

Huruf-Huruf yang Menetas Jalan ke Surga

Ia duduk membisu, pikirannya teringat pada kata-kata istrinya dalam sebuah percakapan singkat beberapa menit sebelum ia berangkat.

Ilustrasi Huruf-Huruf yang Menetas Jalan ke Surga 

"Surga?"

"Iya. Surga. Di surga itu nanti Ayyub bisa mendapatkan apa pun yang diinginkan hanya dengan cukup menyebut keinginan itu."

"Horeee. Ayyub nanti akan minta mobil-mobilan, robot-robotan, PS, dan mainan lain yang banyak."

"Jangan hanya minta mobil-mobilan, minta mobil sungguhan juga bisa."

"O. Ya. Mmmm... ya sudah, itu kan masih nanti di surga. Sekarang Ayyub mau minta uang, Yah. Mau beli permen."

Seketika Hamid terdiam. Mematung. Membisu seakan tersedak setelah mendengar permintaan anaknya. Spontan ia merogoh saku baju dan celananya. Lalu kepalanya sedikit mendongak. Sepasang matanya yang dingin terpaku ke arah kaki langit dengan pandangan yang kosong. Ia tidak tahu bagaimana cara yang tepat untuk menjelaskan kepada anaknya bahwa ia sedang tidak punya uang. Pikirannya berputar-putar; ia ingin menjelaskan kepada anaknya tentang hakikat kehidupan manusia meski di tengah kekurangan sekalipun. Hingga anaknya pada suatu saat mengerti bahwa jalan lurus ke arah surga kerap menetas dari sebuah kepahitan yang disikapi dengan kesabaran.

***

Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved