Ketua Kadin Bandung Berharap Perizinan yang 5 Minggu Bisa jadi Seminggu
Menurut Iwa, perizinan di Kota Bandung sudah secara online dan tidak bertemu orang sehingga tak ada pungutan
Penulis: Tiah SM | Editor: Ferri Amiril Mukminin
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Ketua Kamar dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung Iwa Gartiwa mengapresiasi pembentukan struktur organisasi tata kerja (SOTK) baru yang ditetapkan awal Januari lalu.
Iwa berharap, SOTK baru bisa membuat pelayanan di Kota Bandung semakin baik khususnya bidang perizinan.
"Para pengusaha minta kepastian waktu dan kemudahan perizinan, saat ini perizinan sudah bagus, tapi proses butuh waktu lama sampai lima minggu padahal cukup seminggu," ujar Iwa Gartiwa di Jalan Citarum, Kamis (12/1/2017).
Menurut Iwa, perizinan di Kota Bandung sudah secara online dan tidak bertemu orang sehingga tak ada pungutan, namun prosesnya lama karena keterbatasan tenaga untuk mengecek lapangan.
"SOTK baru, bisa mempercepat periznan karena pengusaha butuh waktu cepat dalam berbisnis," ujar Iwa.
Iwa juga menyambut baik adanya tim sapu bersih (saber) pungli karena dipastikan tidak ada pungutan apapun di luar tarif resmi.
"Sejak ada tim Saber Pungli, terjadi perubahan signifikan. Tarif sesuai ketentuan dan tidak ada lagi biaya lain yang harus dikeluarkan," ujarnya.
Iwa mengatakan, Kadin saat ini konsen pada penambahan pengusaha walau jumlah pengusaha di Kota Bandungr 4 persen dari jumlah penduduk. Bandung cukup tinggi jumlah pengusaha dibanding penduuduk Jakarta baru 2 persen.
Iwa menargetkan pengusaha di Kota Bandung mencapai 8 persen makanya akan terus meningkatkan warga Kota Bandung menjadi pengusaha. (tsm)