Pengamen di Kiaracondong Nyaris Tewas oleh Temannya Gara-gara Suka Memalak
"Tindak pidana yang dilakukan tiga tersangka ini dilatarbelakangi kesal terhadap korban," kata Kapolsek Kiaracondong, Kompol Asral bakar
Penulis: cis | Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Seorang pengamen menjadi korban percobaan pembunuhan yang dilakukan tiga rekannya sendiri. Beruntung nyawa pengamen yang belakangan diketahui bernama Dindin Rahmanudin (23) ini tertolong setelah dibawa ke Rumah Sakit Al-Islam.
Informasi yang dihimpun Tribun, peristiwa yang dialami Dindin itu terjadi di persimpangan Kiaracondong, Jalan Ibrahim Adjie, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Kamis (5/1/2017) pukul 18.00 WIB.
Adapun ketiga rekannya yang juga pengamen, yaitu SI alias Itok (19), RN alias Iyang (23), dan DE alias Ed (23), itu telah ditangkap Unit Reskrim Polsek Kiaracondong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Tindak pidana yang dilakukan tiga tersangka ini dilatarbelakangi kesal terhadap korban," kata Kapolsek Kiaracondong, Kompol Asral bakar, kepada wartawan di Markas Polsek Kiaracondong, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Senin (9/1/2017).
Awalnya, kata Asral, seorang tersangka, yaitu Itok, mengamen di persimpangan Kiaracondong sebelum kejadian. Namun Itok mendapatkan laporan dari sesama pengamen lainnya jika korban telah memalak seseorang. Mendengar hal itu, Itok yang juga pernah dipalak korban merasa kesal dengan sikapnya dan ingin memberi pelajaran terhadapnya
"Jadi korban ini dikenal juga sering mencuri ponsel dan baju teman-temannya. Tersangka ingin memberi pelajaran agar korban tak melakukan perbuatannya lagi," kata Asral.
Dikatakan Asral, ketiga tersangka ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda. Awalnya petugas menangkap Itok pada Jumat (6/1/2017) dini hari. Sedangkan, yang dan Ed ditangkap pada Jumat (6/1/2017) malam.
"Ketiga tersangka dikenakan pasal 170 jo 351 KUHPidana yang ancamannya tujuh tahun penjara," kata Asral seraya menyebut korban kerap mengamen di persimpangan Kiaracondong setiap harinya. (cis)