KM Zahro Express Terbakar
Dua Korban Kapal Terbakar Zahro Express Asal Lembang Sudah Teridentifikasi
"Tadi kami mendengar kabar dari Jakarta bahwa jenasah Yeti dan Ani sudah diketemukan dan diidentifikasi
LEMBANG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Dua korban kapal terbakar KM Zahro Express asal Lembang Yeti Herawati (40) dan Ani Maryani (30) sudah teridentifikasi. Yeti dipulangkan hari ini dan tiba sekitar pukul 19.00. Sementara jenasah Ani belum berhasil diidentifikasi secara 100 persen dan masih dalam proses.
Menurut pantauan Tribun di lokasi, pihak keluarga langsung menerima berita tersebut dari Jakarta sekitar pukul 14.30 melalui sambungan telepon seluler yang diterima oleh Dadin Suganda (65) dari anaknya Hendra Maulana (33) di Jakarta.
Menurut Ayudin, dari Jakarta Hendra mengabarkan bahwa dua jenasah yang diidentifikasi salah satunya adalah jenasah sang kakak pertamanya Yeti dan sudah berhasil teridentifikasi 100 persen dan dipulangkan ke rumah duka. Sedangkan jenasah sang istri Ani, masih sedang proses identifikasi.
"Tadi kami mendengar kabar dari Jakarta bahwa jenasah Yeti dan Ani sudah diketemukan dan diidentifikasi. Tapi kalau Yeti sekarang sudah jelas dan akan dipulangkan. Kalau Ani, KTP dan SIM nya sudah diketemukan tapi jenasahnya belum ada kejelasan" ujar Ayudin pada saat wawancara.
Sementara dua jenasah lainnya Eha Julaeha (65) dan Iwan Kurniawan (40) belum ada kejelasan juga sampai sekarang. Ayudin berharap dan meminta bantuan kepolisian agar segera menemukan jenasah korban lainnya agar pihak keluarga lebih tenang.
"Kami meminta bantuan pihak kepolisian agar segera menemukan jenasah keluaraga kami lainnya. Mau hidup mau mati kami terima apa adanya. Kami ikhlas," ujarnya.
Ayudin juga menyayangkan pihak kapal KM Zahro Express yang sampai saat ini belum ada itikad baik datang ke rumah duka untuk meminta maaf ataupun memberikan ucapan bela sungkawa kepada keluarga korban. Terkait apakah pihak keluarga akan menuntut secara hukum KM Zahro EXpress, pihaknya mengatakan masih merundingkan masalah tersebut dengan pihak keluarga besar.
"Kami menunggu ucapan belasungkawa dari pihak kapal, belum ada yang datang sampai sekarang. Karena keluarga saya paling banyak ada korban lima orang keluarga kami yang menjadi korban. Kami tidak bermaksud menuntut, kami masih merundingkan dengan pihak keluarga besar," tuturnya.
Saat berita ini turun jenasah Yeti sedang dalam perjalanan pulang dari Jakarta menuju lembang Kampung Mekarsari, Jalan Repelita III, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (aa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/korban-kapal-zahro-espress-dari-lembang_20170102_142620.jpg)