Selasa, 14 April 2026

Kapolda Imbau Muatan Kontainer Langganan Jalur Purwakarta Dipindah Lewat Kereta

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan mengimbau para pengusaha logistik untuk mengalihkan angkutan kontainer

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ferri Amiril Mukminin
istimewa
Foto pantauan udara kemacetan di Purwakarta beberapa waktu lalu 

PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan mengimbau para pengusaha logistik untuk mengalihkan angkutan kontainer dari jalur arteri via kereta api, baik dari Bandung menuju Jakarta atau sebaliknya.

Imbauan Kapolda menyusul kemacetan di Tol Cipularang dan jalur arteri Purwakarta-Padalarang imbas dialihkannya kendaran non golongan I ke jalur arteri dari empat gerbang tol, Jatiluhur, Sadang, Cikamuning dan Padalarang.

Rencana pengalihan truk kontainer itu rencananya akan diterapkan Kementerian Perhubungan pada pekan depan.

"Itu salah satu imbauan sangat bagus, pengusaha harus sadar supaya kontainer yang biasa lewat tol atau arteri, bisa diangkut via kereta api," ujar Anton saat meninjau Jembatan Cisomang, Minggu (1/1/2017).

Apalagi, kata dia, itu akan bermanfaat bagi pengusaha itu sendiri. "Pakai kereta api kan akan hemat biaya, sehari bisa 120 kontainer. Kalau begitu, jalur jalan arteri maupun tol bisa terbantu dan tidak macet," ujarnya seraya menyebut pengangkutan kontainer dilakukan di Terminal Peti Kemas Gedebage, Kota Bandung.

Jika rencana itu terlaksana, terminal peti kemas Bungursari di Purwakarta dimungkinkan jadi tempat bongkar muat rencana Kemenhub tersebut. Apalagi, terminal peti kemas Bungursari berada dekat dengan Gerbang Tol Cikampek dan Cikopo.

Sementara itu, pengalihan kendaraan dari Jakarta menuju Bandung di KM 66 Tol Jakarta Cikampek masih akan dilakukan sebagai antisipasi kemacetan di jalur arteri Purwakarta-Padalarang.

"Ya betul, itu masih akan dilakukan hingga 2.5 bulan ke depan selama perbaikan Cisomang masih berlngsung. Tapi kami berharap perbaikan bisa selesai pada akhir Februari," ujar Anton.

Meski begitu, ia masih menunggu kajian tim teknis ihwal bisa atau tidaknya jembatan sepanjang 250 meter itu bisa dilalui. "Tergantung tim teknis, kalau kata tim teknis bisa dilalui ya oke. Kalau tidak, pengalihan di KM 66 itu, nanti cari jalan alternatif yang kondisinya baik," ujarnya. (men)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved