Sorot

Om Telolet Om dan Mendunialah Indonesia

MENJADI trending topik di dunia maya. Ya. Mendunianya istilah "om telolet om" tak lepas dari kekuatan media sosial.

Om Telolet Om dan Mendunialah Indonesia
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Dicky Fadiar Djuhud, Wartawan Tribun. (FOTO: TRIBUNNEWS / FX ISMANTO) 

SEBUAH kesederhanaan dan kesenangan dari rakyat. Ungkapan "om telolet om" yang sepekan ini memenuhi lini masa tak terbendung. Semata hanya hiburan. Bahkan bagi beberapa orang sudah menjadi hobi. Itulah yang dikemukakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi fenomena ungkapan "om telolet om". Menjadi trending topik di dunia maya. Ya. Mendunianya istilah "om telolet om" tak lepas dari kekuatan media sosial.

"Om telolet om" adalah sebuah teriakan yang biasa diucapkan oleh anak-anak di pinggir jalan ketika sebuah bus melintas dengan harapan sopir akan membunyikan klakson yang unik. "Telolet telolet," begitu bunyinya. "Telolet" adalah representasi bunyi klakson bus. Anak-anak sering mengejar bus untuk meminta pengemudi yang biasanya "om-om" memencet klakson dengan mengatakan,"Om telolet Om!"

"Om telolet Om" menjadi fenomenal saat anak-anak pengejar klakson bus yang tergabung dalam berbagai komunitas meramaikannya di Twitter hingga trending.

Disusul kemudian aksi musisi ternama seperti DJ Snake, DJ Zedd, bahkan DJ Martin Garrix bercuit lewat Twitter dengan menuliskan kalimat fenomenal tersebut. DJ Snake, DJ Zedd, serta DJ Martin Garrix bahkan mempertanyakan arti telolet dengan memosting "What is Om telolet Om?"

Para pembuat aplikasi untuk smartphone pun tak mau ketinggalan. Mereka sudah mulai memajang aneka software yang berkaitan dengan "telolet" di toko aplikasi Android Google Play Store, bahkan sejak beberapa bulan lalu. Coba saja telusuri, pencarian kata "telolet" di Play Store bakal membuahkan puluhan aplikasi dalam hasil search.

Sesuai dengan kata "telolet" yang merujuk kepada bunyi klakson bus antarkota di Indonesia, sebagian besar berupa aplikasi untuk menghasilkan bunyi-bunyian atau ringtone dengan nada serupa.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan banyak fenomena-fenomena sosial yang berumur singkat. Fenomena itu muncul di masyarakat, lalu populer, dan sebulan kemudian berhenti. JK mencontohkan demam permainan Pokemon Go yang pernah populer beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, JK berkeyaninan demam "om telolet om" hanya akan bertahan sebulan. Bukan hanya Jokowi atau JK, banyak tokoh dunia bertanya-tanya setelah banyak DJ dunia mengabadikannya dalam lagu-lagu mereka.

Tren "om telolet om" ini sudah cukup lama dilakukan, tapi memang baru terdengar sekarang. Banyak netizen yang iseng melakukan om telolet om juga dengan cara berbeda, seperti berdiri di samping rel kereta api untuk meminta klakson dari masinis. Hingga berdiri di lapangan menunggu helikopter atau pesawat terbang lewat.

Kebanyakan tentu saja memanfaatkan platform internet untuk memamerkannya, sehingga tak bisa dielakan lagi "om telolet om" bisa tenar keluar Indonesia. Namun dari sekian banyak keisengan netizen, belum menemukan di linimasa yang melakukan "om telolet om" pada saat tim detasemen khusus (Densus) 88 (anti teror) tengah melakukkan penggerebekan terhadap para teroris.

Mungkin karena aksi mereka selalu dan kerap baru diketahui belakangan. Jarang bahkan tak pernah kedapatan masyarakat, mengetahui 'kedatangan' Densus 88. Tak terbayangkan saja apa yang bakal terjadi, saat Densus 88 hendak melakukan penangkapan terhadap teroris, lalu sejumlah warga sambil membawa poster berteriak-teriak, "om teroris om!" (*)

Penulis: Dicky Fadiar Djuhud
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved