Wisata

Mengapa Pilih Karacak Valley? Selain Indah, Ongkosnya Bikin Adem Dompet

Jika ingin berkemah, cukup membayar Rp 15 ribu. Mau kemah tapi tak punya tenda? Pengelola Karacak Valley juga menyediakan penyewaan tenda.

Mengapa Pilih Karacak Valley? Selain Indah, Ongkosnya Bikin Adem Dompet
TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA
Jika ingin berkemah, cukup membayar Rp 15 ribu. Mau kemah tapi tak punya tenda? Pengelola Karacak Valley juga menyediakan penyewaan tenda. 

JIKA berkunjung ke Garut sangat wajib datang ke Karacak Valley yang berada di Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota. Wisatawan bisa merasakan hawa pegunungan yang segar. Bukan hanya suasana alamnya yang bikin tenang. Tapi juga akan menenangkan saku wisatawan. Soalnya tiket masuk ke Karacak Valley sangat murah meriah. Pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp 10 ribu bagi dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak. Jika ada yang ingin berkemah, Karacak juga sudah menyediakan camping ground yang bisa menampung sampai 1.000 orang.

Jika ingin berkemah, cukup membayar Rp 15 ribu. Mau kemah tapi tak punya tenda? Pengelola Karacak Valley juga menyediakan penyewaan tenda. Satu tenda disewakan seharga Rp 50 ribu per malam. 

BACA: Berwisata ke Karacak Valley, Keindahannya Bikin Ketagihan Berselfie

Dua pengunjung Karacak Valley berfoto
Dua pengunjung Karacak Valley berfoto dengan latar air terjung. Lokasi berada di Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Intan sangat puas dengan pemandangannya.

Ingin kemah tapi malas masak? Di sana pengelola juga menawarkan nasi liwet beserta lauk pauknya. Tapi jika hendak mengunjungi curug Ngembul, siapkan air minum saat perjalanan menuju Curug karena cukup menguras keringat.

Jika beruntung, di sepanjang perjalanan menuju curug, wisatawan bisa melihat monyet dan luntung yang masih banyak di kawasan tersebut. Selain monyet, juga terdapat elang yang sering mengitari kawasan hutan Karacak.

Manajer Operasional Karacak Valley, Yusuf Mukhlis, mengatakan jika objek wisata tersebut baru dibuka selama delapan bulan. Hutan yang masuk kawasan Perhutani itu kini dikelola Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jayamandiri. Meski baru, namun saat hari libur, jumlah pengunjung yang datang bisa mencapai 1.000 orang.

"Bukan hanya ke curug atau kemah, jika ingin melihat suasana Garut bisa naik ke puncak dogar alias domba garut. Letaknya tak jauh dari pintu masuk. Di sana juga ada ilalang yang suka dijadikan tempa foto-foto," kata yusuf.

Di jalan menuju curug, tutur Yusuf, juga ada taman cinta. Taman itu sengaja dibuat bagi pasangan yang ingin mengabadikan kedatangannya ke Karacak. Jadi di tengah rasa lelah menuju curug, pengunjung bisa beristirahat di taman cinta.

"Cuma kalau ketemu monyet di perjalanan jangan sampai memberi mereka makan. Kami ingin tetap membuat monyet itu liar dan tidak mengganggu pengunjung," ujarnya. (Wij)

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved