Cerpen Yus R Ismail

Anak Kucing Kelimis Menggigil Kedinginan

Sepanjang jalan gelap pekat. Jadi, terpaksa saya harus menarik gas lebih kencang dari biasa. Takut ada geng motor yang sering kelayapan tengah malam.

Editor: Hermawan Aksan
Ilustrasi Anak Kucing Kelimis Menggigil Kedinginan 

"Tidak tahu, pokoknya bukan anak kucing. Kamu, kan, hanya melihatnya sekilas. Listrik sedang padam."

"Tapi lampu motor, kan, terang. Pasti itu anak kucing."

"Kalau itu anak kucing, sekarang mana?"

"Tidak tahu."

Saya mengajak Anisa untuk melanjutkan perjalanan. Tapi Anisa diam.

"Anak kucing pasti mengeong. Pergi ke mana pun dia pasti mengeong," kata saya.

"Tapi bagaimana kalau anak kucingnya bisu?"

"Memangnya ada anak kucing bisu?"

"Bisa jadi ada. Memangnya hanya manusia yang bisa bisu?"

Listrik masih padam. Gerimis masih turun. Rembulan yang terhalang mega hanya tampak bulat remangnya. Waktu saya cermati wajah Anisa saat ada lampu kendaraan yang lewat, saya melihat ada butiran air yang mengalir dari ujung matanya.

"Kenapa menangis?" tanya saya lagi.

"Anak kucing itu pasti sendiri. Pasti kedinginan karena bulu-bulunya basah oleh gerimis. Pasti menggigil."

Saya tidak bisa bicara lagi kalau urusannya sudah seperti itu.

"Mungkin anak kucing itu belum makan. Mungkin lapar. Mungkin semalaman dia harus menahan lapar, sambil badannya menggigil kedinginan, sambil kegelapan karena listrik masih padam. Mungkin...."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved