Jembatan Cisomang Retak

Volume Kendaraan Melonjak di Pintu Tol Cikamuning Padalarang Sejak Ada Pengalihan

Sejak semalam memang terjadi antrian panjang kendaraan terutama kendaraan besar dengan beban besar

Volume Kendaraan Melonjak di Pintu Tol Cikamuning Padalarang Sejak Ada Pengalihan
Mumu Mujahidin
Sejumlah kendaraan dari arah Cileunyi yang hendak melintas ke jembatan Cisomang KM 100.7 diarahkan untuk keluar ke pintu tol Cikamuning Padalarang, Kabupaten Bandung Barat oleh petugas Satlantas di KM 84, Sabtu (24/12). 

PADALARANG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sejak diberlakukannya pengalihan arus kendaraan besar kemarin siang, akibat adanya perbaiakan jembatan Cisomang KM 100.7 tol Purbaleuyi di Desa Sawit, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta sejak tadi malam terjadi peningkatan jumlah kendaraan di pintu tol Cikamuning Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Gerbang tol Cikamuning dan Padalarang Muhidin di kantornya mengatakan Kenaikan jumlah kendaraan mencapai 80 persen sekitar 2.000 kendaraan. Berdasarkan pantauan jumlah kendaraan yang keluar lewat pintu tol Cikamuning per Jumat (23/12) 6.028 kendaraan, padahal sebelumnya Kamis (22/12) hanya ada 4.153 kendaraan.

"Jumlah tersebut per sore kemarin hingga tadi pagi penambahannya ada sekitar 2.000 kendaraan. Sejak semalam memang terjadi antrian panjang kendaraan terutama kendaraan besar dengan beban besar," ujarnya tadi siang.

Dikatakan Muhidin peningkatan jumlah kendaraan besar ini akan terus berlangsung lama. Terlebih saat larangan operasi kendaraan besar yang dilarang masuk tol selama libur natal selesai (26/12) nanti.

Lanjut dia, sejak kemarin jumlah kendaraan yang keluar dari pintu tol Cikamuning terus mengalir dan tidak berhenti. "Kondisi ini berbeda dari hari-hari biasa. Setiap hari memang ada transaksi cuma enggak seramai ini," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Tribun, sejumlah petugas polisi tampak bertugas mengalihkan kendaraan berat yang hendak melintas di KM 84 agar keluar dari gate tol Cikamuning dari arah Cileunyi. Demi mengurangi beban jembatan Cisomang, kendaraan golongan II-IV serta golongan I bis dilarang melintas di KM 100.7 karena bebannya sianggap terlalu berat. (aa)

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved