SOROT

Meraih Rasa Aman

Kita dapat melihat bertapa seriusnya Kepolisian Republik Indonesia menciptakan kondisi aman menjelang, saat perayaan, hingga Natal

Meraih Rasa Aman
dok pribadi
Redaktur Tribun Jabar Kisdiantoro 

Oleh KISDIANTORO
Wartawan Tribun Jabar

MENJELANG perayaan Natal dan Tahun Baru 2017, rasa aman menjadi kebutuhan manusia yang mahal untuk didapatkan. Kebutuhan yang dalam hierarki kebutuhan Maslow, seorang psikolog humanistik, berada pada urutan kedua setelah kebutuhan fisiologis yang mencakup kebutuhan oksigen, makanan, air, pun harus didapatkan dengan usaha yang keras.

Kita dapat melihat bertapa seriusnya Kepolisian Republik Indonesia menciptakan kondisi aman menjelang, saat perayaan, hingga Natal dan Tahun Baru 2017 berlalu. Keseriusan itu bisa dilihat dari banyaknya jumlah personel polisi yang yang diturunkan. Berapa jumlahnya? Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut ada 80 ribu polisi. Jumlah itu masih ditambah dengan 15 ribu personel jajaran TNI. Dan secara keseluruhan setelah ditambah personel dari sejumlah instansi, seperti Satpol PP, jumlahnya mencapai 150 ribu personel.

Mereka akan berjaga di sejumlah titik yang dideteksi berpotensi terjadi gangguan keamanan, misalnya di tempat ibadah gereja, tempat wisata, hotel, terminal, dan tempat-tempat umum yang banyak digunakan oleh massa.

Sejak kemarin, kegiatan antisipasi terhadap gangguan keamanan sudah dilakukan. Sejumlah personel kepolisian melakukan pemeriksaan atau sterilisasi sejumlah tempat ibadah dari ancaman bom dan lainnya. Tempat-tempat objek wisata pun tak luput dari pemeriksaan. Selebihnya, polisi diperintahkan untuk intensif melakukan patroli di daerah operasi masing-masing.

Mengantisipasi tentu lebih baik dari pada kecolongan dari pihak-pihak yang merencanakan mengacaukan suasana damai. Dari usaha yang dilakukan kepolisian, sejumlah rencana mengacaukan situasi perayaan Natal dan Tahun Baru 2017, bisa digagalkan. Misal, penangkapan terduga teroris di Tangerang Selatan yang berujung pada tewasnya tiga orang terduga teroris karena melawan Densus 88, saat menggerebek mereka, Rabu (21/12). Tiga orang itu melawan dengan cara melemparkan bom ke arah petugas, namun gagal meledak. Dari hasil interograsi kepada terduga teroris yang hidup, mereka merencanakan meledakkan bom itu di pos polisi dan sejumlah tempat saat perayaan tahun baru.

Ancaman keamanan lainnya adalah pihak-pihak yang merencanakan untuk melakukan sweeping tempat-tempat yang dijadikan sebagai tempat ibadah kaum nasrani yang melakukan misa. Warga Bandung tentu masih ingat peritiwa yang terjadi di Sabuga, ketika kaum nasrani melakukan ibadah? Oknum organisasi massa masuk ke area ibadah dan membubarkan acara. Lalu, setelah peristiwa itu, sejumlah pihak mengecam dan menyebut tindakan tersebut tidak benar karena tidak ada larangan dalam beribadah.

Untuk menjamin keamanan dalam beribadah, terutama pada kaum nasrani yang hendak merayakan Natal dan Tahun Baru 2017, Pemkot Bandung memprakarsasi dilakukannya nota kesepahaman kerukunan umat beragama. Di dalam lembaran kesepakatan yang ditandatangani oleh sejumlah tokoh agama, menyebutkan bahwa hak memeluk dan melaksanakan ibadah agama dan keyakinan masing-masing merupakan hak yang paling asasi dimiliki seluruh umat manusia dan dilindungi negara. Kesepahaman itu juga menjamin seluruh warga Kota Bandung untuk dapat melaksanakan peribadatan sesuai dengan agama dan keyakinannya selama kegiatan peribadatan tidak bertentangan dengan asas ketertiban umum.

Ancaman keamanan lainnya adalah bencana alam, seperti longsor atau banjir. Untuk mengantisipasi kejadijadian tersebut, sejumlah pihak telah menyiapkan banyak alat berat dan derek di sejumlah tempat.

Berapa ongkos yang harus dikeluarkan pemerintah untuk membiayai operasi tersebut? Belum ada data yang pasti. Meski demikian ongkos operasional itu pasti besar. Kita bisa membantu mengurangi beban pemerintah dengan cara ikut menjaga keamanan, tertib dalam setiap urusan, dan peduli dengan lingkungan sekitar. Semoga keamanan itu tetap terjaga. (*)

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved