Truk Barang Diimbau Tak Beroperasi di Natal dan Tahun Baru

Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan surat edaran tentang larangan beroperasinya truk angkutan barang

Truk Barang Diimbau Tak Beroperasi di Natal dan Tahun Baru
tribunjabar/ferri amiril
Truk sedang memindahkan muatan karena terperosok 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan
surat edaran tentang larangan beroperasinya truk angkutan barang pada
libur Natal 2016. Larangan untuk truk dengan sumbu lebih dari dua itu
dimulai tanggal 23 Desember 2016 sampai 26 Desember 2016.

“Larangan ini sudah kami sosialisasikan dengan organda dan pengelola
tol. Jadi pengecualian untuk bahan bakar, bahan bakar, ternak,
sembako, dan antaran pos itu diperkenankan lewat,” kata Kepala Dinas
Perhubungan (Dishub) Jabar, Dedi Taufik, menjawab pertanyaan Tribun,
di Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Kamis (22/12/2016).

Dedi mengatakan, larangan itu memang hanya berlaku di jalur tol saja.
Di jalur arteri, kata dia, angkutan barang tetap bisa melintas secara
normal. Namun, pihaknya mengeluarkan surat edaran tambahan soal
imbauan untuk angkutan barang. Pihaknya mengimbau angkutan barang tak
melintas di jalur arteri selama libur natal.

“Kami buat imbauan untuk di jalur selatan, di jalur tengah, dan jalur
selatan untuk angkutan barang yang dilarang sesuai surat edaran
kementerian. Kami imbau untuk tidak melakukan perjalanan dan kami
siapkan kantong parkir baik di jalur utara, tengah, dan selatan,” kata
Dedi.

Tak hanya libur natal, kata Dedi, pihaknya juga mengimbau truk
angkutan barang untuk tidak beroperasi pada libur tahun baru. Imbauan
itu berlaku mulai 30 Desember 2016 sampai 2 Januari 2017.

“Ini kami lakukan karena melihat evaluasi tahun lalu karena kenaikan
pergerakan lalu lintas di pintu cikarang utama itu 35 persen. 35
persen setengahnya didominasi angkutan barang. Ini harus diantisipasi
terutama kalau sudah masuk tol. Makanya apabila terjadi kemacetan kita
siapkan kantong parkir untuk ditunda dulu perjalannnya. Kita
kedepankan angkutan umum dan pribadi,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, pihaknya memprediksi puncak arus libur mulai terjadi
23 Desember 2016. Ia menyebut, volume kendaraan pun diperkirakan
meningkat lebih dari 35 persen. Sebab, kata dia, volume kendaraan pada
akhir pekan kemarin mengalami peningkatan sebanyak 30 persen.

“Apalagi sekarang musim liburan bersamaan libur sekolah. Bisa saja
terjadi peningkatan lebih dari itu,” kata Dedi. (cis)

Penulis: cis
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved