Liburan Natal dan Tahun Baru

Dishub Jabar Minta Kemenhub Keluarkan Larangan Angkutan Berat Melintas di Jalur Selatan

Pihaknya sengaja mengusulkan pembatasan tersebut mengingat Kemenhub hanya melakukan pembatasan di jalur utara (pantura) Jawa Barat.

Dishub Jabar Minta Kemenhub Keluarkan Larangan Angkutan Berat Melintas di Jalur Selatan
TRIBUN JABAR/ZELPHI
ILUSTRASI: Truk pengangkut batu alam saat melewati tanjakan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (28/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Zezen Zainal M

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memasukkan larangan melintas bagi angkutan berat atau truk-truk besar selama libur natal dan tahun baru di jalur selatan Jawa Barat. Sebab, dikhawatirkan jalur selatan Jabar akan mengalami kemacetan parah bila truk-truk besar tetap diizinkan melintas mengingat libur kali ini berbarengan dengan liburan sekolah.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jabar Dedi Taufik mengatakan pihaknya sudah mengusulkan secara resmi kepada Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub soal pembatasan angkutan berat selama libur natal dan tahun baru di penghujung tahun ini. Dishub Jabar, kata dia, sengaja mengusulkan pembatasan tersebut mengingat Kemenhub hanya melakukan pembatasan di jalur utara (pantura) Jawa Barat.

"Kami minta jangan hanya utara saja yang dibatasi, tapi juga di selatan," kata Dedi kepada wartawan di Kantor Dishub Jabar, Selasa (20/12/2016).

Dedi beralasan, bila hanya jalur utara yang dibatasi, maka kemungkinan jalur selatan akan overload. Menurutnya, truk-truk besar akan menggunakan jalur lain untuk menghindari petugas.

"Berdasarkan hasil survei terakhir kami, jalur selatan akan rawan kemacetan panjang jika angkutan barang tidak dilarang (di jalur selatan). Kalau cuma utara, akan kucing-kucingan ke jalur lain," jelas Dedi.

Pelarangan melintas bagi mobil angkutan berat tersebut diusulkan berlaku mulai hari ini (21 Desember) hingga 2 Januari 2017. Dedi menyebut waktu pelarangan tersebut tidak terlalu lama dan akan mengganggu perekonomian karena Dishub Jabar sudah sejak lama menyosialisasikan rencana pelarangan melintas bagi kendaraan barang tersebut.

"Belajar dari liburan akhir tahun lalu, berdasarkan hasil survei kami ternyata angkutan barang cukup mendominasi pergerakan kendaraan dengan 15 persen. Jadi harus ada larangan," ujarnya.

Jalur selatan Jawa Barat mulai dari kawasan Gentong Tasikmalaya hingga ke Nagreg Kabupaten Bandung, lanjut dia, akan menjadi jalur pergerakan utama masyarakat pada libur natal dan tahun baru yang juga berbarengan dengan musim liburan sekolah. Pasalnya, jalur selatan menjadi sumbu utama pergerakan lalu lintas masyarakat yang menghubungkan kawasan wisata di kawasan Bandung Raya, Garut hingga ke Ciamis dan Pangandaran.

Selain rawan kemacetan, Dedi menambahkan, jalur selatan Jabar juga sangat berat bagi mobil angkutan barang terutam truk-truk besar di atas 40 feet. Bahkan di jalur Gentong yang memiliki tanjakan curam dan belokan tajam, sangat sulit untuk dilalui angkutan seberat 60 feet.

"Mobil-mobil angkutan berat akan sulit manuver. Masuk jembatan timbang juga susah. Jadi bahaya kalau melintas. Jika ada masalah (mogok atau kecelakaan), bisa mengganggu pergerakan lalu lintas ke titik wisata di Priangan Timur," beber dia. (zam)

Penulis: M Zezen Zainal Muttaqin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved