Bio Farma 4 Kali Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2016

Penerapan keterbukaan informasi publik ini mampu mendorong korporasi untuk bisa bersaing secara global

Bio Farma 4 Kali Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2016
ISTIMEWA
Bio Farma untuk ke 4 kalinya kembali raih penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2016 dari Komisi Informasi Pusat, pada tanggal 19 Desember 2016 di Istana Wakil Presiden Republik Indonesia, di Jakarta. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID- Bio Farma untuk ke-4 kalinya kembali raih penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2016 dari Komisi Informasi Pusat, pada tanggal 19 Desember 2016 di Istana Wakil Presiden Republik Indonesia, di Jakarta. Penghargaan yang diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, kepada Direktur Produksi Bio Farma, Juliman, ini merupakan penghargaan ke 4 kalinya sejak tahun 2013.

Penghargaan ini merupakan komitmen Bio Farma untuk secara konsisten menerapkan Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang mengharuskan Badan Publik termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyajikan informasi yang diperuntukkan bagi kepentingan publik. Dengan skor 81,27 Bio Farma meraih peringkat ke 3 untuk kategori badan publik BUMN, diikuti oleh PLN Sebagai peringkat II dan PT Taspen peringkat 1.

Menurut Direktur Produksi Bio Farma, Juliman, penerapan keterbukaan informasi publik ini mampu mendorong korporasi untuk bisa bersaing secara global, Penghargaan ini merupakan prestasi bagi Bio Farma, dimana dengan nilai diatas 80 sudah masuk kualifikasi informatif.

"Penilaian melalui assessment yang ketat dari Komisi Informasi Pusat tahun 2016 dilakukan selama tahun 2016 melalui Kuesioner Penilaian Mandiri atau Self-Assessment Questionnaire (SAQ) sebagai alat ukur bagi Badan Publik dalam menjalankan amanah UU KIP," katanya dalam rilis yang diterima Tribun, Selasa (20/12/2016).

Penilaian tahap akhir dilakukan dengan visitasi ke Badan Publik untuk mengukur indikator pelayanan Informasi Publik dan indikator pengelolaan informasi dan dokumentasi Badan Publik. Bio Farma banyak melakukan inovasi di bidang layanan publik, baik secara hard fasilities maupun soft facilities didukung IT Terintegrasi seperti penyediaan information desk, yang disediakan di Museum Biofarma dan Exhibition Hall.

Head of Corporate Communications Bio Farma, N. Nurlaela Arief selaku PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) Bio Farma mengatakan, pihaknya memiliki perangkat dan mekanisme KIP yang cukup lengkap, diperbaharui setiap tahun, dan melakukan inovasi di bidang layanan informasi, termasuk memiliki tim khusus untuk inovasi dan peningkatan layanan informasi, selain itu juga menyediakan akses informasi publik. (tif)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved