Terkejut, Tetangga Tak Mengira Ahli Bekam yang Ramah Itu Dijemput Densus 88
WARGA Kampung Padasuka, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, mengaku terkejut
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Ferri Amiril Mukminin
TASIKMALAYA, TRIBUNJABAR.CO.ID -- WARGA Kampung Padasuka, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, mengaku terkejut setelah mengetahui TS terduga teroris. Warga mengenal TS sebagai sosok yang enerjik dan baik sama tetangga.
"Kami tidak menyangka TS ditangkap lantaran kasus terorisme. Dia tergolong baik sama tetangga, dan selama ini dikenal sebagai ahli bekam dan pijat," kata Ketua RW setempat, Syamsudin, yang ditemui di lokasi penangkapan," Kamis (15/12).
Menurut Syamsudin, keluarga Hendra ini sudah bertahun-tahun tinggal di lingkungan Kampung Padasuka, sehingga warga mengetahui persis keseharian mereka. Awalnya Hendra dan keluarga ngontrak di RT 02 Lalu pindah ke RT 04 dan terakhir mengontrak di RT 03.
Namun begitu warga sebenarnya sempat melihat ada perubahan pergaulan sejak tahun 2015. Diawali dengan TS yang yang mulai mengenakan busana muslimah lebih tertutup. Keluarga ini pun menjadi lebih membatasi diri dalam pergaulan. Namun selama ini tak pernah ada tamu mencurigakan.
"Kedua suami istri ini dulunya sama-sama bekerja di sebuah perusahaan pengolahan kayu, tak jauh dari kampung kami. Awalnya yang berhenti adalah TS disusul kemudian suami TS. TS kemudian menjadi ahli bekam dam rukang pijat. Setelah itu mereka menjadi seperti membatasi diri bergaul," kata Syamsudin.
Belakangan, lanjut Syamsudin, TS kerap bepergian ke luar kota. Jika hendak pulang, suaminya yang menjemput di jalan raya Bandung-Tasikmalaya dekat perlintasan kereta api (KA) Babakan Jawa, Indihiang. "Istrinya sering keluar. Kalau mau pulang suaminya yang jemput di depan pintu perlintasan," ujarnya.
Namun Syamsudin tak mengetahui persis ke mana dan tujuan apa TS bepergian. "Selain itu tidak banyak yang suka bertamu ke rumah kontrakan TS. Mereka sudah sekitar 2,5 tahun tinggal di kontrakan yang sekarang ini," katanya, seraya menambahkan, Hendra berasal dari Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang. Sedangkan TS berasal dari Kabupaten Ciamis.
Herman, adik kandung Hendra, membenarkan bahwa TS kerap bepergian. Setahu dia, TS pergi ke Jakarta untuk membeli obat-obatan herbal untuk dijual kembali. Namun Herman pun tak menampik adanya perubahan sikap TS. "Perubahan itu setelah dia sering bepergian ke Jakarta," ujarnya. (stf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/teroris_20161216_133651.jpg)