7 Juta Orang di Negeri Ini Kelaparan dan Hampir Mati, Mereka Butuh Bantuan Dunia
Tak hanya masalah makanan. Kebutuhan dasar kesehatan pun sulit terpenuhi di negara itu. Selama perang, serangan penyakit terus meningkat.
Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJABAR.CO.ID - Tujuh juta orang hidup dalam kelaparan sebagai dampak perang sipil berkepanjangan lebih dari 20 bulan di Yaman.
Komite Penanggulangan Bencana Darurat, sebuah grup yang konsen terhadap masalah kemanusiaan, yang di dalamnya beranggotakan Oxfarm, Palang Merah Inggris, dan Lembaga Kemanusiaan Islam (Islamic Realief), memberikan peringatakan bahwa orang-orang di negera itu saat ini dalam kondisi ekstrem dan membutuhkan banyak pertolongan.
Dikutip dari laman metro.co.uk, Selasa (13/12), sebelum perang, Yaman mengimpor 90 persen makanan. Maka, selama blokade berbulan-bulan dan banyak area jadi sasaranbom, mengakibatkan orang-orang harus berjuang untuk mendapatkan makanan.
Tak hanya masalah makanan. Kebutuhan dasar kesehatan pun sulit terpenuhi di negara itu. Selama perang, serangan penyakit terus meningkat.
Chief Executive DEC Saleh Saeed mengatakan, "Saat ini adalah waktu untuk menyelamatkan kehidupan warga Yaman sebelum terlambat."
Anak-anak menghadapi risiko kelaparan, lebih dari setengah juta bayi dan anak-anak balita membutuhkan perawatan segera untuk mengatasi malnutrisi."
Katanya, anggota DEC telah siap menyediakan perawatan untuk malnutrisi, mobil kesehatan, distribusi emergensi makanan, namun mereka membutuhkan bantuan untuk bisa menjangkau banyak orang. (dia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gadis-yaman-saida-ahmad-baghili_20161213_183744.jpg)