Masya Allah, Pilot Heli Ini Masih Hidup Setelah Hilang Selama 2 Pekan di Hutan Kalimantan

Kadispen TNI AD, Brigjen TNI Ms Fadilah melalui rilisnya, Kamis (8/12) malam membenarkan kabar tersebut. L

Masya Allah, Pilot Heli Ini Masih Hidup Setelah Hilang Selama 2 Pekan di Hutan Kalimantan
TRIBUN KALTIM/ DOMU D. AMBARITA
Yohanes sosok pilot muda pemberani yang kalem. 

MALINAU, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pilot helikopter TNI jenis Bell 412-EP dengan nomor register HA-5166 Lettu Cpn Yohanes Syahputra yang jatuh di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara akhir November lalu ditemukan warga dalam keadaan selamat. Kabar ini beredar di media sosial dan juga grup messenger, Kamis (8/12).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Ms Fadilah melalui rilisnya semalam membenarkan berita tersebut.

Di dalam foto yang beredar di media sosial tersebut, seorang pria yang diduga Yohanes duduk di kursi plastik warna hijau. Ia terlihat mengenakan kaos dan celana pendek. Sebuah seragam khas TNI warna hijau yang t ampak bersih ditutupkan di badannya. Bersamanya, ada tiga pria yang berdiri.

Helikopter TNI tersebut diketahui jatuh di wilayah Desa Long Sulit, Mentarang Ulu. Seorang staf Kecamatan Mentarang Ulu, Malinau mengunggah foto tersebut melalui Facebook. Salah satu yang diketahui meneruskannya adalah Ajang Kahang, Kepala BPMD Kabupaten Malinau.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Ajang meyakini kebenaran foto tersebut. Di dalam foto yang beredar tampak seorang pria duduk dengan ditutupi seragam berwarna hijau. Ada tiga orang pria yang berdiri di sekitar pria ini. Ajang mengenali salah satu dari ketiga pria ini.

"Kalau foto ini saya yakin benar. Karena yang ada di dalam foto itu, salah satunya adalah Camat Mentarang Ulu. Namun kebenarannya apakah itu Yohanes pilot heli tersebut, perlu dicari tahu lebih lanjut," katanya.

Dari penuturan Sekretaris Desa Long Sulit Kusnadi yang ditemui Tribun Kaltim di Malinau mengaku telah mendapatkan laporan dari salah satu warga desanya. "Memang benar Lettu Yohanes ditemukan warga. Yang pertama kali menemukan adalah Doni Bernadus," katanya.

Doni menemukan Yohanes di sebuah pondok tempat beristirahat di ladang milik Kepala Desa Long Sulit.

"Tadi sekitar pukul 12.00, Doni Bernadus akan ke ladang. Sampai di ladang milik Kepala Desa, dia melihat ada orang. Saat didatangi, pria ini mengaku Kapten Yohanes," kata Kusnadi.

Saat ditemukan Doni, Yohanes terlihat masih mengenakan seragam hijaunya. "Ia masih pakai seragam lengkap. Hanya bagian celananya saja robek-robek. Tidak ada tas. Hanya bawa badan saja. Badannya kelihatan bagus saja, nggak ada lecet. Terlihat ada luka lecet bekas gigitan serangga," kata Kusnadi menirukan cerita warganya.

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved