Todongkan Pistol, Jadi Modus Perampok Sebelum Ikat Lalu bawa Kabur Uang Korban

SM (33), AS (46), dua eks anggota TNI terlibat dalam aksi perampokan yang terjadi Kabupaten Purwakarta. Keduanya ditangkap bersama tujuh pelaku lain

Todongkan Pistol, Jadi Modus Perampok Sebelum Ikat Lalu bawa Kabur Uang Korban
Web
Ilustrasi 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID -- ASM (33), AS (46), dua eks anggota TNI terlibat dalam aksi perampokan yang terjadi Kabupaten Purwakarta. Keduanya ditangkap bersama tujuh pelaku lainnya.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, sembilan tersangka itu sudah dua kali beraksi di Kabupaten Purwakarta. Pertama, kesembilan tersangka itu merampok seorang calon pembeli dum truk. Perampok itu, kata dia, menggasak uang sebesar Rp 96 juta dari korban yang diektahui bernama Sunardin.

Tak hanya menggasak uang, para perampok juga menganiaya dan menyekap korban di Kampung Tegal Sapi, Desa Neglasari, Kecamatan Darangdan. Peristiwa itu pun dilaporkan ke Polres Purwakarta pada 20 Juni 2016.

"Perampokan itu berawal ketika korban berniat membeli 1 unit dum truk. Kemudian korban dikenalkan seseorang yang mengaku anggota TNI. Kemudian korban di bawah ke TKP. Di TKP, korban disergap pelaku dengan cara menodongkan pistol," kata Yusri melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (8/12/2016).

Aksi kedua para pelaku, kata Yusri, dilakukan di Kampung Gandasoli, Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. Aksi mereka dilaporkan korban ke Polsek Wanayasa pada 4 Desember 2016. Dikatakannya, kawanan perampok ini menggasak uang sebesar Rp 200 juta dari koban bernama Deni dan Budi.

"Kasus ini bermula ketika korban berniat untuk membeli uang pecahan IDR yang sudah tidak berlaku ke Wanayasa. Di perjalanan mereka bertemu denga seseorang bernama Nazwar. Nazwar membawa ke TKP, kemudian disergap pelaku lainnya dengan cara menodongkan pistol. Korban diikat, kemudian pelaku membawa uang milik korban," kata Yusri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ujar Yusri, kawanan perampok ini ternyata tak hanya beraksi di Kabupaten Purwakarta. Kawanan perampok ini juga melakukan aksinya di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Subang. Menurutnya, para pelaku menggasak uang puluhan juta sampai ratusan juta rupiah setiap melakukan aksinya.

"Total ada 10 TKP. Ada yang di Cileunyi, Dago, Rancaekek, Ciater, dan lainnya. Paling kecil mereka melarikan uang sebesar Rp 30 juta. Kalau paling besar bisa sampai Rp 200 juta. Modusnya sama, mereka menyergap korban kemudian menodongkan pistol. Setelah itu mereka ikat korban, lalu bawa kabur uangnya," kata Yusri. (cis)

Penulis: cis
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved