Mencari Kenangan Lain Bersama Konate

Piala Presiden merupakan turnamen yang digelar untuk mengisi kekosongan karena LSI 2015

Mencari Kenangan Lain Bersama Konate
dok. pribadi / facebook
Sugiri UA, Wartawan Tribun Jabar. 

JIKA ukurannya prestasi, tak banyak pemain asing yang sukses bersama Persib Bandung. Yang masuk jajaran itu cuma Vladimir Vujovic, Makan Konate, Djibril Coulibaly, dan Ilija Spasojevic. Mereka menjadi bagian tim saat menjadi juara Liga Super Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015.

Tiga nama pertama menjadi bagian Persib ketika mengakhiri dahaga panjang bernama juara di pentas sepak bola tertinggi di Indonesia. Setelah menjadi jawara pada Liga Indonesia I pada musim 2004/05, Persib selalu dilanda kegagalan demi kegagalan.

Semua berakhir ketika Maung Bandung mengalahkan Persipura Jayapura pada partai final di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, 7 November 2014. Persib dinyatakan juara setelah menang lewat adu penalti karena skor 2-2 bertahan hingga extra time.

Belum menjadi bagian Persib ketika itu, Spasojevic akhirnya merasakan gelar pada Piala Presiden. Dia didatangkan Persib sebagai pengganti Coulibaly yang tak berperan signifikan sebagai juru gedor pada LSI 2014.

Piala Presiden merupakan turnamen yang digelar untuk mengisi kekosongan karena LSI 2015 dihentikan di tengah jalan karena PSSI mendapat sanksi dari FIFA. Pesertanya 13 tim LSI dan tiga tim level Divisi Utama. Persib menjadi juara setelah mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 18 Oktober 2015.

Dari empat tenaga asing tersebut, hanya satu yang tersisa di Persib. Konate dan Spasojevic memilih menyeberang ke Malaysia karena ingin bermain di kompetisi resmi setelah membela Persib di Piala Jenderal Sudirman. Vujovic setia dengan tim kebanggaan bobotoh meski memilih istirahat ketika Persib hancur-hancuran di Piala Jenderal Sudirman.
Menjelang kompetisi resmi tahun depan, manajemen dan pelatih Persib mengindikasikan akan memulangkan Konate yang masih terikat kontrak dengan T-Team, tim asuhan Rahmad Darmawan yang bertarung di Malaysia Super League.

Gelandang asal Mali berusia 25 tahun itu menjadi target utama pelatih Djadjang Nurdjaman agar bisa memberi prestasi lagi tim yang dia antar menjadi juara sebagai pemain, asisten pelatih, dan pelatih kepala itu.
Djadjang wajar punya mimpi besar setelah tak mampu "menyelamatkan" Persib yang dianggap salah langkah saatditangani Dejan Antonic di pentas ISC A 2016. Persib gagal bersaing di tingkat atas dan posisi realistis yang bisa didapat setelah tiga laga pamungkas di kisaran posisi lima.

Mengenai rencana mendatangkan Konate, tidak ada suara sumbang bernada penolakan. Semua setuju karena cerita masa lalu begitu kental di ingatan. Konate juga masih muda sehingga permainannya masih bisa berkembang.
Bukan hanya Konate, manajemen dan pelatih sudah menyebutkan ada tujuh pemain baru yang akan didatangkan. Tiga di antaranya adalah pemain asing. Dengan kata lain, hanya Vujovic yang akan dipertahankan, sedangkan Robertino Pugliara, Marcos Flores, dan Diogo Ferreira akan dilepas meski sudah berkerja keras menunjukkan kepantasan tetap berseragam biru.

Perlu ditunggu, apakah Konate --jika benar bergabung-- memberi efek sama seperti ketika Persib bertarung di LSI 2014 dan Piala Presiden 2015. Walau, untuk mendapatkan capaian yang diinginkan, bukan Konate saja yang berperan. Semua harus bekerja untuk membuat cerita-cerita manis lainnya di masa mendatang. (*)

Penulis: Sugiri
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved