Kongres Basa Sunda X
Banyak Kekeliruan, Ejahan Bahasa Sunda Harus Segera Direvisi
Kondisi salah penulisan ejahan basa Sunda tersebut merupakan realita di masyarakat yang memprihatinkan
KUNINGAN, TRIBUNJABAR.CO.ID - Banyak instansi baik pemerintahan swasta maupun pemerintahan yang salah menerapkan ejahan bahasa Sunda. Misalnya penulisan "Wilujeng Sumping" (Selamat Datang), ditulis "Wilujeung Sumping".
Hal itu disampaikan Yayat Sudaryat, guru besar bahasa Sunda dari Universitas Pendidikan (UPI) yang menyampaikan prasarannya di materi pertama dalam KBS X, di Kuningan, Kamis (1/12).
Kondisi salah penulisan ejahan basa Sunda tersebut merupakan realita di masyarakat yang memprihatinkan. Padahal kesalahan dalam menerapkan kata yang sudah familiar, seperti wilujeng. Artinya di masyakat, termasuk di lingkungan pemerintahan di Jaea Barat, masih belum bisa membedakan mana kata yang harus menggunakan hurup e dan, é dan eu.
Hal tersebut diiperparah dengan kesalahan penulisan penulisan ejahan pada kata serapan. Taufik Faturohman, pengusaha penerbitan buku Sunda, menemukan kenyataan di lapangan banyak masyarakat yang menggunakan kata serapan dari bahasa asing dengan penulisan ejahan bahasa Sunda yang serampangan. Misalnya, fried chicken ditulis dengan fred ciken.
Realita tersebut menunjukkan masyarakat bingung dengan banyak istilah asing, lalu ketika ingin menuliskan dalam ejahan bahasa Sunda. Karena itu Taufik mengusulkan agar buku ejahan bahasa Sunda yang ada sekarang ini yang sudah ketinggalan untuk direvisi, dengan cara membentuk tim kajian untuk membuat pedoman ejahan bahasa Sunda.
Yayat pun setuju karena perkembangan bahasa Sunda sekarang ini sudah demkian cepat akibat pengaruh teknologi. Misalnya untuk kata "selfie" Yayat mengusulkan dengan kata swa poto, facebook dengan pesbuk. (cep)