Manajer PLN: Hari Ini Memohon Besok Menyala

Seperti yang diungkapkan Manajer PLN Rayon Ciamis, Dedeng Supriyatna di antara kemudahan tersebut seperti permohonan pemasangan direspon cepat

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ferri Amiril Mukminin
kaskus.co.id
Pemadaman listrik. 

CIAMIS, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Setelah sukses membangun infrastruktur (tiang, gardu) dan jaringan sampai ke tempat terpencil sekalipun, memasuki bulan Desember ini PLN Rayon Ciamis, Rayon Banjar dan Rayon Pangandaran memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk pemasangan aliran listrik ke rumah masing-masing.

Seperti yang diungkapkan Manajer PLN Rayon Ciamis, Dedeng Supriyatna di antara kemudahan tersebut seperti permohonan pemasangan direspon cepat. “Hari ini dimohon, besok nyala,” ujar Dedeng Supriatna Minggu (27/11/2016).

Untuk merespon keinginan warga mendapatkan layanan aliran listrik, PL sudah memasang tiang dan jaringan sampai ke tempat terpencil sekalipun. Dan tidak ada lagi istilah “uang tiang” bagi warga yang ingin memasang aliran listrik PLN tapi rumahnya jauh dari tiang terdekat.

Bagi pemohon daya 900 VA akan dipasang daya 1.300 VA sementara tariff biaya penyambungan(BP) tetap tarf daya 900 VA yakni Rp 866.000 (sudah termasuk biaya stroom awal Rp 20.000 dan biaya materai Rp 3.000). Sedangkan biaya pemasangan instalasi awal sebesar Rp 250.000 (termasuk 1 titik lampu, 1 saklar, 1 stop kontak dan 1 arde).
Untuk warga pra KS yang tidak masuk data base (non data base) untuk pemasangan aliran listrik daya 450 VA, harus ada rekomendasi dari pemerintahan setempat.

Pihak PLN juga menganjurkan warga untuk tidak melakukan pemasangan listrik secara kolektif apalagi sampai membentuk panitia setempat karena dikhawatirkan memunculkan praktek pungli. Dianjurkan melakukan pemohonan langsung ke PLN secara individu tanpa melalui calo atau panitia setempat.

Menurut Dedeng, di Ciamis baru 80% rumah penduduk yang sudah menikmati aliran listrik PLN.
Sementara di Pangandaran menurut Manajer PLN Rayon Pangandaran HAgus Kabulyadi, baru 79% rumah penduduk yang menikmati langsung aliran lsitrik PLN. “Lebihnya, sekitar 21%, ada warga mendapatkan aliran listrik dengan menyantol atau nyolok dari rumah tetangga. Atau ada juga warga yang masih menggunakan cempor,” ujar H Agus Kabulyadi.(sta)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved