Pungli Dunia Kerja

EKSKLUSIF: Pungli Intai Para Pencari Kerja di Purwakarta, Satu Lamaran Bisa Rp 6 Juta

Bahasanya dikoordinasi. Jadi, tidak bisa langsung masukin lamaran ke perusahaannya, tapi harus melalui mereka

EKSKLUSIF: Pungli Intai Para Pencari Kerja di Purwakarta, Satu Lamaran Bisa Rp 6 Juta
DOK TRIBUN JABAR
Tribun Jabar edisi cetak, Selasa, 29 November 2016, mengangkat headline isu pungutan liar yang dilakukan organisasi kepemudaan kepada para pencari kerja di Purwakarta. 

PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Tak gampang mencari kerja di perusahaan- perusahaan di Kabupaten Purwakarta. Untuk bisa memasukkan lamaran, para pencari kerja harus melalui "koordinator". Dan, jasa mereka tentu saja tidak gratis.

Gandi Permana (20), pencari kerja asal Desa Mekar Galih, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta, mengatakan praktik "jasa penitipan lamaran" seperti ini bukan sesuatu yang baru di Purwakarta. Di sejumlah kawasan industri di Purwakarta, praktik ini bahkan sudah dianggap sebagai sebuah kelaziman.

"Bahasanya dikoordinasi. Jadi, tidak bisa langsung masukin lamaran ke perusahaannya, tapi harus melalui mereka," ujarnya kepada Tribun saat mengurus kartu kartu kuning yang ia perlukan untuk mencari kerja, di kantor Dinas Ketenagakerjaan, Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Purwakarta, Jumat (25/11).

Gandi mengatakan, para koordinator ini kebanyakan mengaku sebagai pengurus karang taruna yang memiliki akses khusus ke perusahaan. Untuk setiap berkas lamaran yang masuk, mereka meminta antara Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu, bahkan kabarnya ada yang hingga jutaan rupiah.

"Katanya lamaran harus dikirim ke organisasi dulu, bisa cepet dikirim ke manajer perusahaannya. Dulu, saya sempat bayar Rp 200 ribu, tapi tetap tidak masuk," ujar Gandi.

Pungutan itu, menurut Gandi, kadang kala berlanjut saat si pelamar ternyata diterima. "Setelah diterima di perusahaan yang dituju, kadang dimintai uang kembali, ada yang sampai jutaan rupiah," ujarnya.

Seiring dengan banyaknya perusahaan di Purwakarta, mereka berharap pemerintah membuat bursa kerja secara terpusat sehingga para pencari kerja bisa langsung melamar tanpa harus lewat perantara. (Men)

Benarkah organisasi taruna melakukan pungli atau menjadi calo para pencari kerja? Baca penjelasan Ketua Karang Taruna Kabupaten Purwakarta di edisi cetak Tribun Jabar hari ini, Selasa (29/11/2016). Follow akun twitter Tribun Jabar: @tribunjabar dan facebook: tribunjabaronline, untuk mendapatkan info terkini.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved