Apindo Purwakarta Tak Terima Disebut Warga di Daerahnya Sulit Cari Pekerjaan

Tiap tahun, kata dia, ratusan perusahaan selalu menyerap tenaga kerja. Baik secara internal yakni melibatkan kolega karyaman maupun . . .

Apindo Purwakarta Tak Terima Disebut Warga di Daerahnya Sulit Cari Pekerjaan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI: ANTRE MELAMAR KERJA 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Purwakarta Krisdanu Purwana mengatakan setiap tahun pelaku industri di Purwakarta selalu menyerap tenaga kerja. Sehingga, ia membantah akses warga terhadap pekerjaan di Purwakarta sulit didapat.

"Kami ini dari teman-teman pengusaha di Purwakarta konsisten dalam penyerapan tenaga kerja, tiap tahun perusahan di Purwakarta buka lowongan pekerjaan. Bahkan perusahaan disini mengakomodir penyerapan tenaga kerja lokal," ujar Krisdanu kepada Tribun melalui ponselnya, Selasa (29/11).

Tiap tahun, kata dia, ratusan perusahaan selalu menyerap tenaga kerja. Baik secara internal yakni melibatkan kolega karyaman maupun lewat eksternal berupa mengumumkan lowongan lewat iklan dan sejenisnya.

"Yang penting bagi perusahaan dalam penyerapan tenaga kerja ini harus sesuai yang diminta, kualitasnya bagaimana, pendidikannya bagaimana," ujar Danu.

Disinggung soal kesulitan pungutan liar oleh Karang Taruna kata dia, ia tidak tahu menahu. Perusahaan menurutnya menerima pekerja lewat lamaran berdasarkan kriteria yang dibutuhkan.

"Seperti yang saya katakan, pada intinya perusahaan selalu membuka lowongan pekerjaan pada warga Purwakarta dengan memprioritaskan warga lokal yang sesuai kualifikasi. Masalah itu sama Karang Taruna saya belum tahu banyak," katanya.

Adapun data Dinas Ketenagakerjaan, Sosial dan Transmigrasi (Disnkersostrans) menyebut dari 467 perusahaan yang ada di Purwakarta, 157 diantaranya termasuk perusahaan besar dan ada perusahaan asing dari Jepang, Korea Selatan, Belanda hingga India. (men)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved